WNI Korban Mutilasi di Malaysia Sempat Berpindah-pindah Hotel

JawaPos.com – Dua WNI korban mutilasi di Malaysia diketahui sempat berpindah-pindah hotel sebelum dikabarkan hilang dalam perjalanan bisnisnya. Hal itu disampaikan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Napoleon Bonaparte.

Adapun salah satu korban berhasil teridentifikasi Inafis Polri atas nama Nuryanto dan satu lagi masih diduga stafnya, Ai Munawaroh. “Korban ini begitu tiba di Malaysia di KL (Kuala Lumpur) berpindah-pindah hotel. Satu malam di hotel A. Tiga malam di hotel B. Pindah lagi di hotel C,” ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/2).

Dalam massa berpindah-pindah itu, korban bertemu dengan dua WNA asal Pakistan, JIR dan A. “23 Januari korban bertemu dengan dua orang tadi. Bertemu lakukan penagihan utang,” beber Napoleon.

Setelah bertemu dua WNA asal Pakistan itulah, Nuryanto dan Ai dinyatakan hilang. Akhirnya mereka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan berupa potongan tubuh di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

“Lucunya 25 Januari, dua orang ini (WN Pakistan) lapor hilangnya korban,” sebutnya.

Curiga setelah menemukan mayat Nuryanto dan Ai, PDRM lantas menangkap JIR dan A pada 10 Februari 2019. “Dua orang ini diamankan untuk ditanyai dan diperiksa semua karena ada kaitan dengan korban. Hubungan mereka bisnis kain,” jelas Napoleon.

Keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka. Napoleon menjelaskan bahwa sistem hukum acara di Malaysia sedikit berbeda dengan Indonesia. Negara itu bisa menangkap atau menahan seseorang yang dicurigai untuk dilakukan penyelidikan.

“Bukan berarti mereka sudah temukan dua alat bukti. Mereka punya waktu 14 hari lidik dengan mengamankan mereka (JIR dan A). Penahanan tanggal 10 habis masa berlakunya tanggal 24 Februari 2019,” pungkas Napoleon.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini