Total Suap Meikarta yang Dikembalikan Neneng ke KPK Capai Rp 11 Miliar

JawaPos.com – Bupati Bekasi (nonaktif) Neneng Hasanah Yasin kembali mengembalikan uang hasil suap kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Neneng merupakan salah satu tersangka dalam kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.

“Terakhir dilakukan pengembalian sejumlah Rp. 2,25 miliar dan SGD 90 ribu pada KPK,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah pada awak media, Senin (14/1).

Dengan pengembalian itu, kata Febri, total pengembalian uang dari Neneng yang telah diterima KPK mencapai Rp 11 miliar. “Bukti pengembalian ini akan masuk menjadi bagian dari berkas perkara ini,” tukasnya.

Adapun rincian pengembalian uang suap yang dilakukan oleh Neneng yaitu pada Jumat (4/1) senilai Rp 2 miliar, kemudian pada Rabu (12/12) senilai Rp 1 miliar lebih.

Selain itu, pada Jumat (23/11) Neneng sudah mengembalikan uang suap yang diterima senilai Rp 1,9 miliar. Adapun, uang tersebut telah disita dan dimasukkan dalam berkas perkara.

Lalu, uang senilai Rp 3 miliar juga telah disita oleh tim lembaga antirasuah ini. Uang itu, beberapa waktu lalu juga telah dikembalikan oleh Neneng. Dalam kasus ini, selain Neneng, KPK juga menetapkan delapan tersangka lainnya.

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin; Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahor; Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

Adapun dari pihak swasta adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro; konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen. Untuk empat tersangka unsur swasta, saat ini sudah masuk tahap penuntutan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Intan Piliang