TKN Sebut Bahar Smith Bukan Tokoh Agama yang Patut Dicontoh

JawaPos.com – Terdakwa kasus penganiayaan terhadap dua remaja laki-laki, Bahar bin Ali bin Smith mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ancaman itu dilontarkan lantaran dirinya merasa tidak mendapat keadilan dalam proses hukum.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowoi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai, Bahar Smith tak menunjukkan sikap seorang ustad yang pantas jadi panutan. 

“Itu menunjukkan Habib Bahar bukan seorang tokoh agama yang cukup matang dan patut diikuti. Karena orang tidak dibenarkan memiliki dendam,” ujar Karding saat dihubungi, Kamis (14/3).

Karding pun menegaskan, kasus hukum Bahar tidak ada hubungannya dengan Presiden Jokowi. Karding mengatakan, Bahar Smith-lah yang melakukan dugaan penganiayaan itu sendiri. Maka, aneh jika yang bersangkutan malah menyalahkan Presiden.

“Dia kan dipenjara karena kelakuannya sendiri. Orang yang dituju tidak ada hubungannya dengan masalah dia,” katanya.

Karding berharap aparat penegak hukum yang menangani kasus Bahar Smith ini tidak terpengaruh dengan tekanan dan intimidasi. Dia berpesan agar seluruh proses hukum bisa bebas dari intervensi.

“Jadi, saya kira hukum tidak boleh kalah atau negara takut hanya ancaman seperti itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak eksepsi atau nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa Bahar Smith. Akibat penolakan tersebut, Bahar Smith menyalahkan Presiden Jokowi.

Dia merasa mendapat ketidakadilan dalam proses hukum. Hal tersebut disampaikan Bahar sambil berjalan keluar ruang sidang yang dikawal ketat oleh kepolisian.

“Saya sampaikan kepada Jokowi, tunggu saya keluar. Ketidakadilan hukum, ketidakadilan hukum dari Jokowi, akan dia rasakan pedasnya,” tegas Bahar.

Sebagaimana diketahui, Bahar Smith didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja laki-laki. Bahar Smith dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 Ayat (1) dan/atau Pasal 170 Ayat (2) dan/atau Pasal 351 Ayat (1) juncto Pasal 55 KUHP.

Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 Ayat (2) juncto Pasal 76 C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Gunawan Wibisono