Tim Gabungan Klaim Sudah Periksa Ulang Jenderal Bintang Tiga

JawaPos.com – Hampir dua tahun sudah peristiwa teror penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Namun hingga kini belum ada titik terang mengenai pelakunya.

Awal Januari lalu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membentuk tim gabungan untuk menindaklanjuti kasus Novel. Pembentukannya berdasarkan rekomendasi Komnas HAM akhir Desember 2018.

Tim gabungan ini terdiri dari perwakilan KPK, Mabes Polri, tokoh masyarakat dan pakar yang dibutuhkan. Akan tetapi tiga bulan berjalan, tidak ada informasi apapun mengenai perkembangan kasus Novel yang disampaikan kepada publik.

JawaPos.com menanyakan ini kepada Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dia mengatakan yang lebih berwenang menyampaikan hal ini adalah Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Ketika ditanyakan kepada Argo, dia meminta agar lebih baik bertanya ke Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo alias Kiki selaku juru bicara sekaligus pakar dari tim gabungan pengungkapan kasus Novel tersebut.

JawaPos.com malam ini, Senin (8/4) coba menghubungi Kiki. Saat ditelepon, suaranya terdengar ramah dan mengatakan sedang berada di Timika, Papua.

Tak mau panjang lebar, lantas JawaPos.com bertanya mengenai perkembangan kasus teror penyiraman air keras yang mengakibatkan kedua mata Novel Baswedan rusak.

Kiki berkata bahwa bagi tim, semuanya menjadi temuan baru. Sebab, mereka memverifikasi semua hasil investigasi yang pernah dilakukan sebelum tim ini dibentuk.

“Investigasi dari Polri, Komnas HAM, dan Ombudsman dikumpulkan dan diverifikasi satu demi satu. Demikian halnya dengan temuan di lapangan,” jelas dia.

Semua saksi yang sempat dimintai keterangan, diperiksa ulang. Termasuk nama-nama baru dan penyidik yang menangani kasus ini sebelumnya.

Jenderal bintang tiga dan para perwira tinggi Polri yang disebut-sebut namanya oleh Novel juga tak luput dari pemeriksaan tim gabungan.

“Kami sudah periksa jenderal bintang tiga loh. jangan salah itu,” ungkap Kiki seakan tak mau tim gabungan dianggap tidak serius menangani kasus ini.

Sayangnya, Kiki saat ini enggan menyebut siapa jenderal bintang tiga tersebut. “Ha ha.. jangan lah. Nanti saja itu,” imbuhnya.

Sekadar informasi, pada Januari lalu Mabes Polri menyebut Divisi Propam Polri telah memeriksa mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochamad Iriawan terkait informasi yang menyebut dirinya tahu Novel akan diserang. Hasilnya, jenderal bintang tiga itu membantah tudingan tersebut.

Sementara itu, soal berapa perwira Polri yang turut diperiksa, Kiki mengaku tak mengingat datanya. Daftar tersebut tersimpan di Polda Metro Jaya.

Namun yang pasti Kiki menegaskan bahwa tim serius untuk mengungkap pelaku teror terhadap Novel yang merupakan penyidik senior di KPK itu. Setiap hari tim katanya bekerja.

Pemeriksaan saksi dilakukan sampai ke luar kota. Begitu pula dengan uji forensik dan pemeriksaan CCTV. Mereka meminta bantuan Kepolisian asing dari Singapura, Inggris, Skotlandia, dan Jepang untuk melihat gambar rekaman CCTV pelaku peneror Novel secara jelas.

Lagi-lagi dinyatakan bahwa CCTV tersebut kualitasnya sangat buruk. “Ada gambar, rekaman itu, resolusinya rendah nggak bisa dipakai. Hanya sebatas itu saja,” sebut dia.

Namun tim katanya tidak akan menyerah. “Ada uji forensik lagi. Semuanya kita ulang. Setiap hari kita kerja,” singungnya.

Direncanakan, laporan sementara kerja dari tim gabungan ini akan dipaparkan ke publik pada pertengahan Juni mendatang.

“Puzzle-puzzle itu belum kita jadikan satu karena masa tugas TGPF masih tiga bulan lagi. Tapi laporan sementaranya kita sampaikan sekitar pertengahan Bulan Juni. Setelah itu kita masih tetap bekerja sampai Juli. Juli kita berakhir masa tugasnya. Laporan akhir kita serahkan minggu kedua bulan Juli,” tutur Kiki menandaskan.