Tersenyum Semringah, Ratna Sarumpaet Berpelukan dengan Said Iqbal

JawaPos.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memeluk terdakwa Ratna Sarumpaet usai memberikan kesaksiannya dalam sidang perkara berita bohong di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Adegan pelukan itu terjadi saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menunjukkan barang bukti di depan hakim bersama pihak kuasa hukum Ratna. Mengenakan baju panjang berkerudung hijau, Ratna dipeluk Said Iqbal di depan Ketua Majelis Hakim Joni.

Usai adegan itu, keduanya kembali ke tempat duduknya masing-masing. Selanjutnya, Hakim Joni mempersilakan Said Iqbal apabila ada yang hendak disampaikan. “Tidak ada, Yang Mulia,” jawab Said Iqbal.

Pertanyaan yang sama pun disampaikan kepada terdakwa Ratna Sarumpaet. Hakim mempersilakan terdakwa jika ingin menanggapi keterangan yang disampaikan saksi. “Tidak ada, Yang Mulia,” ujar Ratna.

Saat memberikan kesaksian, Said Iqbal mengakui bahwa dia diminta Ratna Sarumpaet untuk dipertemukan dengan Prabowo Subianto soal drama penganiayaan yang mengakibatkan lebam-lebam di wajahnya.

Iqbal pun menyatakan bahwa pertemuan dengan sejumlah tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Polo, Hambalang, Sentul, Bogor pada 2 Oktober 2018 lalu atas permintaan Ratna Sarumpaet.

“Dalam kesaksian ini saya akan menceritakan apa yang saya dengar dan saya tahu. Pertemuan tanggal 2 Oktober di Lapangan Polo itu intinya, apa yang saya lakukan atas permintaan Kak Ratna Sarumpaet untuk dipertemukan dengan Bapak Prabowo Subianto, berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang beliau (Ratna) sampaikan,” ujar terangnya. Aktivis Ratna Sarumpaet menjalani sidang lanjutan dengan ditemani anaknya Atiqah Hasiholan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Wildan Ibnu Walid/ JawaPos.com)

Sebelumnya pada sidang pada Selasa (2/4) lalu, JPU membacakan surat dakwaan yang menyatakan Ratna Sarumpaet dan sejumlah nama tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) berada di Polo, Hambalang, Sentul, Bogor, pada 2 Oktober 2018.

Nama-nama yang hadir di sana termasuk Prabowo Subianto, Amien Rais, Nanik S. Deyang, Hanum Rais, Dahnil Anzar Simanjuntak, Djoko Santoso, dan Said Iqbal.

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax, Jumat, 5 Oktober 2018. Penangkapannya sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Jaksa Penuntut Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran atas berita bohong yang dikarangnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Wildan Ibnu Walid

Copy Editor : Fersita Felicia Facette