Terima Vonis Eddy Sindoro, KPK Tak Ajukan Banding

JawaPos.com – Hakim pengadilan memvonis Eddy Sindoro empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Atas vonis itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tak mengajukan banding.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menilai, putusan tersebut sudah sesuai harapan, meskipun sebelumnya tuntutan jaksa KPK terhadap Eddy adalah 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

“KPK telah memutuskan untuk menerima putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis bersalah terhadap Eddy Sindoro,” ucap Febri, Rabu (13/3).

Febri mengatakan fakta-fakta di persidangan dan analisis JPU KPK sudah diterima majelis hakim. Berdasarkan hal itu, putusan yang menyatakan Eddy Sindoro bersalah dianggap sudah sesuai dengan yang didakwakan KPK.

“Fakta-fakta di persidangan dan analisis JPU juga sudah diterima majelis hakim hingga diputuskan bahwa Eddy Sindoro bersalah melakukan korupsi sebagaimana yang didakwakan,” jelas Febri.

Eddy Sindoro, yang merupakan mantan Presiden Komisaris Lippo Group sebelumnya divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Eddy Sindoro dinyatakan terbukti bersalah menyuap Edy Nasution selaku panitera pada PN Jakarta Pusat sebesar Rp 150 juta dan USD 50 ribu.

Suap itu diberikan agar Edy Nasution menunda proses pelaksanaan aanmaning terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana atau PT MTP dan menerima pendaftaran peninjauan kembali PT Across Asia Limited atau PT AAL meskipun telah lewat batas waktu yang ditentukan Undang-Undang.

Aanmaning merupakan peringatan berupa pemanggilan pada pihak tereksekusi untuk melaksanakan perkara persidangan serta hasil keputusannya secara sukarela. Sementara untuk pengurusan pengajuan peninjauan kembali yang sudah kedaluwarsa itu, Edy Nasution meminta Rp 500 juta. Permintaan Edy Nasution disetujui Eddy Sindoro.

Saat itu, Eddy Sindoro juga memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Yang mulia setelah mendengar pertimbangan dan putusan majelis hakim saya sangat terkejut, tapi karena saya pecaya majelis hakim mewakili Tuhan maka saya terima,” pungkas Eddy Sindoro dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Intan Piliang