Terima Hasil Visum, Polisi Tak Temukan Luka di Alat Vital AU

JawaPos.com – Kasus penganiayaan AU, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pontianak menjadi atensi pihak kepolisian. Hasil visum sudah diterima sebagai salah satu syarat untuk menentukan status para terlapor.

“Kalau semua sudah diterima seperti pelapor sudah ada, visum ada, saksi ada, dari unsur alat bukti juga, baru tetapkan tersangkanya,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada JawaPos.com, Rabu (10/4).

Dari hasil visum, katanya tidak ditemukan memar bagian dalam organ tubuh AU. Begitu pula dengan alat kelaminnya yang sebelumnya disebut-sebut dilukai para pelaku.

“Ya hasil visum tidak ada memar dan area pribadinya normal. Tidak diketemukan luka di bagian alat kelamin,” sebutnya. AU korban kekerasa dari teman-temannya. (Shando Safela/Pontianak Post)

Hal ini menandakan tidak adanya penusukan terhadap alat vital korban seperti yang viral di media sosial. “Nggak benar. Kami luruskan informasi di medsos,” tegasnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, seluruh organ vital korban dalam kondisi baik. “Seluruh tubuh sudah dilakukan pemeriksaan. Semua dalam kondisi normal,” jelasnya.

Kesehatan AU pun katanya sudah pulih. Namun kondisi psikisnya masih perlu perawatan. “Kondisi psikisnya harus dirawat dengan baik sehingga dia bisa pulih kembali,” tegas Dedi.

Sekadar informasi, AU, seorang gadis berusia 14 tahun menjadi korban pengeroyokan secara keji dan bullting oleh 12 siswi SMA di Pontianak. Dia mengalami luka fisik hingga psikis.

Pemicu kejadian itu disebut-sebut karena asmara. Kakak sepupu AU yakni PO pernah menjalin hubungan dengan pria yang sekarang menjadi pacar salah satu pelaku.

Korban sering berkomentar di media sosial terkait ini sehingga disinyalir memunculkan rasa kesal pelaku dan terjadi lah pengeroyokan.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini