Tega Mengorbankan Perempuan dan Anak, Begini Pola Gerakan JAD

JawaPos.com – Pola kelompok yang berafiliasi dengan ISIS dinilai telah berubah. Biasanya mereka bergerak dalam kelompok, namun kini beradaptasi menjadi unit yang lebih kecil setingkat keluarga.

“Ini adalah strategi untuk menghindari pelacakan dari aparat,” ujar Pengamat Terorisme Stanislaus Riyanta dalam pesan singkat, Rabu (13/3).

Mereka juga tega melibatkan atau mengorbankan perempuan dan anak-anak dalam aksinya. Seperti yang dilakukan Husain alias Abu Hamzah, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Sibolga, Sumatera Utara. Dia terindikasi terpapar paham radikal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Tega Mengorbankan Perempuan dan Anak, Begini Pola Gerakan JADTerduga teroris diamankan Densus 88 di Sibolga (Toga Sianturi/New Tapanuli)

Diketahui dini hari, istri Husain melakukan aksi meledakkan diri menggunakan bom karena tidak mau menyerah kepada aparat usai suaminya ditangkap. Kabarnya, ketiga anaknya juga tewas akibat insiden ini.

Selain itu kata Stanislaus, gerakan yang diduga cukup kuat adalah radikalisasi melalui media internet. “Mereka (JAD/ISIS) menghasilkan pelaku teror tunggal atau lone wolf yang gerakannya sulit terdeteksi,” ungkapnya.

Diperkirakan, aksi yang dilakukan oleh keluarga atau pelaku tunggal akan terus menjadi bentuk aksi teror ke depan. “ISIS memang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Selain sangat kejam, ISIS juga menganggap pihak di luar kelompoknya dapat diperangi,” tutur dia.

Lebih lanjut Stanislaus menyampaikan, kelompok radikal di Indonesia yang sudah menyatakan diri mendukung ISIS, seperti MIT di Poso dan JAD. Berdasarkan berbagai fakta yang ditemukan, keberadaannya telah menyebar di beberapa daerah di Indonesia.

“Keberadaan kelompok radikal yang berafiliasi dengan ISIS ini sangat berbahaya,” tegas dia.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini
Copy Editor : Fersita Felicia Facette