Sukiman PAN Jadi Pasien ke-70 KPK dari Kalangan Dewan Senayan

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjerat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kali ini, politikus PAN bernama Sukiman yang menjadi pasien ke -70 lembaga antirasuah dari kelas kalangan legislator.

Dari data yang dirilis KPK, Jumat (8/2) KPK mulai membidik penghuni Senayan ini sejak 2007, meski lembaga antirasuah itu berdiri sejak 2002. Para wakil rakyat itu terus menjadi buruan KPK dari tahun ke tahun. Terbanyak yang diburu tahun 2010 karena ada sebanyak 26 yang tersandung kasus korupsi.

Sebelum Sukiman, terakhir KPK menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka pada Oktober tahun lalu. Namun, jumlah 70 anggota DPR itu belum termasuk wakil rakyat di tingkat daerah yang dijerat KPK. Sebab, bila ditambah anggota DPRD, angka itu bisa lebih banyak.

Sukiman diumumkan KPK sebagai tersangka dari pengembangan perkara dugaan penerimaan uang terkait pengurusan dana perimbangan yang diajukan oleh Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat.

Adapun, uang yang diterima Sukiman yaitu senilai Rp 2,65 miliar dan USD 22,000. Uang tersebut merupakan commitment fee sebesar 9 persen dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk kabupaten Pengunungan Arfak sebesar Rp 49,15 Miliar pada 2017 dan APBN 2018 sebesar Rp 79,9 Miliar.

Saat dikonfirmasi, Sukiman yang merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menuturkan jika ia juga baru mengetahui hal tersebut karena memang sedang dalam perjalanan.

Politikus asal dapil Kalimantan Barat (Kalbar) ini pun meminta doa agar dapat kuat menghadapi penetapan tersangka oleh KPK. “Saya sedang di perjalanan, dari Sintang menuju Sanggau, saya sendiri pun belum tahu ini apa, apa masalahnya, doakan saja mudah-mudahan saya kuat, diberikan Allah SWT kemudahan,” katanya.

Berikut daftar 70 orang yang pernah menjabat sebagai anggota DPR sekaligus menjadi pasien KPK. Kasus yang menjerat mereka didominasi terbelit kasus suap: 

2007 (2 orang)

1. Noor Adenan Razak 

2. Saleh Djasit (Kasus Penggadaan)

2008 ( 5 orang)

3. Sarjan Tahir 

4. M Al Amien Nur Nasution

5. Anthony Z. Abidin

6. Bulyan Royan

7. HM Yusuf Erwin Faisal

2009 ( 8 orang)

8. Azwar Chesputra

9. Fachri Andi Leluasa

10. Hilman Indra

11. Dudhie Makmun Murod

12. Endin A. J Soefihara

13. Udju Djuhaeri

14. Hamka Yandhu

15. Abdul Hadi Djamal

2010 (26 orang)

16. Ahmad Hafiz Zawawi

17. Marthin Bria Seran

18. Paskah Suzetta

19. Bobby SH Suhardiman

20. Anthony Zeidra Abidin

21. Agus Condro Prayitno

22. Max Moein

23. Rusman Lumbantoruan

24. Poltak Sitorus

25. Williem M Tutuarima

26. Muhammad Nurlif

27. Asep Ruchimat Sudjana

28. Reza Kamarullah

29. Baharuddin Aritonang

30. Hengky Baramuli

31. Daniel Tanjung

32. Panda Nababan

33. Engelina Patiasina

34. M Iqbal

35. Budiningsih

36. Jeffri Tongas

37. Ni Luh Mariani

38. Sutanto Pranoto

39. Soewarno

40. Matheos Pormes

41. Sofyan Usman

2011 ( 3 orang) 

42. Amrun Daulay ( Kasus Pengadaan)

43. Nazarudin

44. Wa Ode Nurhayati

2012 ( 3 orang) 

45. Angelina Patricia Pingkan Sondakh

46. Zulkarnane Djabar

47. Izedrik Emir Moeis

2013 ( 3 orang) 

48. Luthfi Hasan Ishaaq

49. Chairun Nisa

50. Annas Urbaningrum

2014 ( 1 orang) 

51. Sutan Bhatoegana

2015 (3 orang) 

52. Adriansyah

53. Patrice Rio Capella

54. Dewi Yasin Limpo

2016 ( 5 orang)

55. Damayanti Wisnu Putranti

56. Budi Supriyanto

57. Andi Taufan Tiro

58. I Putu Sudiartana

59. Charles Jones Mesang

2017 (6 orang)

60. Yudi Widiana Adia

61. Musa Zainudin

62. Miryam S. Haryani

63. Markus Nari (Kasus Penggadaan) 

64. Setya Novanto (Kasus Penggadaan)

65. Aditya Anugrah Moha

2018 ( 4 orang)

66. Fayakhun Andriadi

67. Amin Santono

68. Eni Maulani Saragih

69. Taufik Kurniawan

2019 ( 1 orang)

70. Sukiman

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Intan Piliang