Soal Penganiayaan Penyelidiknya, KPK Punya Bukti Kuat

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mendapatkan hasil visum dan rekam medis, termasuk catatan operasi dua pegawainya yang diduga dianiaya sekelompok orang. Dugaan penganiayaan ini dialami dua petugas saat bertugas di Hotel Borobudur, Minggu dini hari (3/2).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan visum dan rekam medis ini menjadi bukti kuat adanya penganiayaan tersebut.

“Terkait hasil visum yang telah dilakukan, nanti tentu akan menjadi bagian dari pembuktian adanya penganiayaan terhadap pegawai KPK,” ucapnya pada awak media, Kamis (7/2).

Selain itu, kata dia, rekam medis termasuk operasi juga dapat menjadi fakta menguatkan ada akibat diderita tubuh yang bersangkutan dari kejadian di Hotel Borobudur.

Febri menekankan bukti-bukti ini diyakini bisa menerangkan kejadian dugaan penganiayaan. “Bukti-bukti seperti ini kami yakini akan berbicara dengan sendirinya tentang kondisi yang bersangkutan,” tutur Febri.

Dilain sisi, mantan aktivis ICW ini masih enggan membeberkan pihak-pihak yang diduga pelaku penganiayaan. Institusinya, menyerahkan hal ini kepada pihak kepolisian yang sedang menangani kasus ini.

“Untuk pertanyaan siapa yang melakukan penganiayaan, tentu akan lebih baik jika kami mempercayakan hal itu pada tim Polri yang sudah mulai bekerja,” ujarnya.

Sebelumnya, pimpinan KPK menugaskan tim penyelidik memeriksa informasi dari masyarakat mengenai adanya dugaan tindak pidana korupsi oleh penyelenggara negara. Penelusuran itu mengarahkan tim ke Hotel Borobudur sejak Sabtu, (2/2).

Menjelang Minggu (3/2) dinihari, pegawai KPK yang sedang bertugas dihampiri oleh sejumlah orang. Orang-orang tersebut membawa kedua pegawai lembaga antikorupsi ke suatu lokasi di Hotel Borobudur.

Di lokasi itu, sekelompok orang tersebut menginterogasi kedua pegawai KPK. Saat diinterogasi, dua pegawai KPK tersebut terkuak identitasnya yang merupakan bagian dari lembaga antirasuah dan memang ditugaskan secara resmi untuk menyelidiki laporan masyarakat atas dugaan tipikor.

Namun, sekelompok orang tersebut tetap menganiaya dan mengeroyok dua pegawai KPK. Akibat penganiayaan ini, kedua pegawai KPK mengalami luka parah.

Bahkan, salah seorang pegawai KPK, Gilang harus menjalani perawatan dan operasi lantaran bagian hidungnya retak.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Intan Piliang