Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Empat Saksi Dihadirkan

JawaPos.com – Terdakwa kasus perkara berita bohong penganiayaan, Ratna Sarumpaet kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4). Sidang lanjutan ini rencananya menghadirkan empat orang saksi, yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ruben dan dua orang pendemo.

Ratna mengaku tidak ada persiapan apa pun untuk menjalani sidang lanjutan dengan menghadirkan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ditemani anaknya, Atiqah Hasiholan, Ratna hanya menyampaikan tidak persiapan khusus untuk menjalani sidang lanjutannya.

Ratna keluar dari rumah tahanan sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sekitar pukul 08.05 WIB. “Persiapannya mandi, sikat gigi, (lalu) siap-siap sidang,” ujar Ratna saat keluar dari rutan.

Terpisah, Koordinator Jaksa Penuntut Umum Daru Trisadono mengatakan, sidang lanjutan kali ini menghadirkan empat orang saksi. Yaitu, Said Iqbal, Ruben, dan dua orang pendemo Chairulah dan Pendemo.

“Saksi sebelumnya sempat menyebutkan nama nama tersebut. Ya tentu berkaitan dengan yang jelas berkaitan dengan unsur-unsur dari dakwaan. Kan semua bisa berkembang di persidangan,” ujarnya.

Sebelumnya pada sidang pada Selasa (2/4) lalu, JPU membacakan surat dakwaan
yang menyatakan Ratna Sarumpaet dan sejumlah nama tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) berada di Polo, Hambalang, Sentul, Bogor pada pada 02 Oktober 2018.

Nama-nama yang hadir di sana termasuk Prabowo Subianto, Amien Rais, Nanik S. Deyang, Hanum Rais, Dahnil Anzar Simanjuntak, Djoko Santoso dan Said Iqbal.

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax, Jumat, 5 Oktober 2018. Penangkapannya sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Cerita bohongnya terbongkar. Ternyata, lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Kemudian, Jaksa Penuntu Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Wildan Ibnu Walid