Sidang Eni Saragih, Elite Golkar dan Para Pengusaha Beri Kesaksian

JawaPos.com – Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan sejumlah saksi untuk terdakwa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Mereka akan diperiksa terkait kasus korupsi PLTU Riau-1. 

Jaksa KPK menghadirkan Wasekjen Golkar, Sarmuji untuk bersaksi dalam persidangan.

Pantauan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, terlihat Sarmuji telah hadir dalam persidangan.

“Rencananya, Sarmuji (Wasekjen Partai Golkar),” kata Jaksa Lie Setiawan saat dikonfirmasi, Selasa (8/1).

Selain Sarmuji, terdapat sembilan orang lainnya yang dijadwalkan untuk bersaksi dalam kasus proyek pembangkit listrik 35 ribu mega watt tersebut.

Mereka diantaranya, Karyawan PT China Huadian Engineering Indonesia, Lukman Hakim; Direktur EMS Research Center, Mukhradis Hadi; Direktur PT One Connect Indonesia, Herwin Tanuwidjaja; Presiden Direktur PT. Isargas, Iswan Ibrahim. serta sejumlah pengusaha, yakni Machbub, Jumadi, Rochmat Fauzi, Slamet Eko Wantoro dan Mustahal.

Jaksa KPK berencana akan menggali keterangan Sarmuji soal aliran uang suap PLTU Riau-1 ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang digelar Desember 2017 lalu.

Bahkan Sarmuji disebut sebagai pengurus Golkar yang mengembalikan uang Rp 700 juta ke KPK terkait kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1.

Dalam kasus ini, Eni Saragih didakwa menerima suap dari pemegang saham PT Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo sebesar Rp 4,75 miliar. Suap diduga diberikan agar Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU MT) Riau-1.

Selain dakwaan suap, Eni juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 5,6 miliar dan dan SGD 40 ribu. Uang itu disebut berasal dari 4 pengusaha yang bergerak di bidang energi dan migas yang berkaitan dengan mitra kerja dari Komisi VII DPR.

Editor      : Imam Solehudin
Reporter : Muhammad Ridwan