Siang Ini, Joko Driyono Diserahkan ke Kejaksaan Agung

JawaPos.com – Barang bukti berserta tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor pertandingan, Joko Driyono akan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung, Jumat (12/4). Satgas Antimafia Bola akan menyerahkan tersangka dan barang bukti sekitar pukul 14.00 WIB dari Polda Metro Jaya menuju Kejaksaan Agung.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, berkas perkara milik tersangka mantan Plt Ketua Umum PSSI tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Menurutnya, Kejagung sudah menyatakan lengkap baik dari sisi persyaratan materil maupun syarat formil. Sehingga, selanjutnya, kasus hukum Joko Driyono bisa segera dilanjut ke meja hijau.

“Rencananya, siang ini Joko Driyono (Jokdri) diserahkan berserta barang buktinya. Pelimpahan tersangka dan barang buktinya akan diserahkan dari Polda Metro Jaya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/4).

Diketahui, Satgas Antimafia Bola sudah melimpahkan berkas dan enam tersangka ke Kejaksaan Agung, untuk dibawa ke Kejaksaan Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah.

Keenam tersangka kasus pengaturan skor (match fixing) itu merupakan pengungkapan kasus dari laporan manajer Persibara Banjarnegara, Laksmi Indaryani pada 19 Desember 2018 dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM.

Keenam tersangka itu adalah anggota Komisi disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Exco PSSI dan Ketua Asprov Jawa Tengah Tjan Ling Eng alias Johar, serta mantan anggota komite wasit Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari. Kemudian, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu dan wasit pemimpin pertandingan Nurul Safarid.

Diketahui, Jokdri adalah aktor intelektual yang memerintahkan tiga orang asistennya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar untuk merusak barang bukti dan mengambil barang bukti berupa laptop di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.

Padahal barang bukti penggeledahan tersebut sedang dalam pengawasan kepolisian dan sudah diberi tanda garis polisi.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Wildan Ibnu Walid