Setelah Menpora, Giliran Ketua Umum KONI Diperiksa KPK

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Pemanggilan Tono itu berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada KONI.

“(Tono Suratman dipanggil sebagai) saksi untuk tersangka EFH (Ending Fuad Hamidy/Sekjen KONI),” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Rabu (6/2).

Adapun sebelum Toni, penyidik juga telah memeriksa Menpora Imam Nahrawi. Saat itu, Imam dicecar perihal mekanisme proposal dana hibah Kemenpora ke KONI.

“Soal mekanisme ya sesuai aturan yang ada, dipayungi UU, oleh peraturan kemenkeu juga,” tukas Imam usai diperiksa Kamis (24/1).

Sementara itu, Febri menjelaskan bahwa Imam dikonfirmasi perihal peran dan porsi sebagai menpora.

“Apakah memberikan persetujuan langsung atau lewat delegasi atau mandat ke bawahannya. Memang kami menduga dalam kasus ini sudah ada komunikasi bahkan sudah ada deal sebelum proposal diajukan,” jelas Febri.

Dalam kasus ini, total sudah ada lima tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI.

Mereka ialah Ending Fuad Hamidy sebagai Sekjen KONI dan Johnny E Awuy sebagai Bendahara Umum KONI sebagai tersangka pemberi.

Kemudian, diduga sebagai penerima ialah Mulyana sebagai Deputi IV Kemenpora, Adhi Purnomo sebagai pejabat pembuat komitmen pada Kemenpora dkk, serta Eko Triyanto sebagai Staf Kemenpora dkk.

KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu Rp 3,4 miliar.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Intan Piliang