Sempat Terpuruk Akibat Bom Thamrin, Dwiki Kini Mulai Bangkit

JawaPos.com – Besok, tepat tiga tahun serangan bom di sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Meski telah berlangsung lama, namun kejaian itu masih teringat jelas di benak Dwi Siti Rhomdoni.

Pada 14 Januari 2016, wanita yang kerap disapa Dwiki ini sedang asik mengobrol dengan temannya di kedai kopi, Starbuck di kawasan Jalan MH Thamrin. Namun hal yang tidak terduga terjadi.

Saat ia ingin memesan makanan, tiba-tiba ada ledakan yang jaraknya 5 meter dari meja kasir. Dwiki mengaku tubuhnya terpental.

Mencoba langsung bangkit, namun ia kembali terpental. Ia sempat pingsan usai tubuhnya terpental.

Tak lama, Dwiki mulai sadar dan berusaha bangkit namun ada sesuatu yang menimpa dirinya. Pasrah, ia hanya bisa melihat sayup kumpulan asap tebal dan orang-orang berlari keluar tanpa bisa beranjak dari tempat itu. Telinganya berdengung.

“Waktu itu saya sama teman saya, teman saya lari duluan, balik, lihat saya lagi sudah di samping. Tapi di bawah ada orang, di atas saya ada orang lagi. Saya ditarik, dibawa pakai taksi ke YPK Mandiri,” cerita Dwi di depan kedai kopi tempat ia menjadi korban bom Thamrin, Jakarta, Minggu (13/1).

Tubuhnya seakan mati rasa. Setelah mendapat perawatan darurat, diketahui tulang leher sebelah kiri Dwiki patah.

Saat itu, ia merasa benci, kesal, dan marah atas kejadian yang menimpanya. Apalagi, ia harus memakai neckolar beberapa bulan dan menjalan fisioterapi hingga saat ini.

Bahkan, pekerjaannya terbengkalai. Hingga akhirnya ia mulai intens bekerja kembali di pertengahan tahun 2017.

Dwiki mengaku ia masih sedikit trauma dengan kejadian itu. Untung saja luka psikis tersebut mampu terobati dengan dibentuknya komunitas korban bom terorisme di Jalan MH Thamrin ‘Sahabat Thamrin’.

“Adanya komunitas justru ingatkan untuk bangkit, hidup lebih baik lagi dengan cacat yang kami terima. Dengan memaafkan, kami bisa menata hidup lebih baik saja,” tutur Dwiki.

Hari ini, mereka berkumpul untuk memperingati tragedi tersebut, tepat di lokasi kejaian. Dwiki dan korban yang lainnya berharap agar serangan terorisme tak ada lagi.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini