Sekjen DPR Absen, KPK Berencana Cecar soal Posisi Rommy

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indra Iskandar absen sebagai saksi kasus dugaan suap yang membelit Romahurmuziy (Rommy). Absennya Indra dalam pemeriksaan ini membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang.

“Yang bersangkutan berhalangan hadir pemeriksaan dijadwalkan ulang minggu depan,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (4/4).

Namun, Febri tak menjelaskan detail alasan ketidakhadiran Indra sebagai saksi. Dia hanya menyatakan, pihaknya berencana menggali informasi mengenai administrasi posisi Rommy di DPR.

Sebelum pemanggilan Indra, penyidik memang sudah memeriksa beberapa saksi beberapa waktu lalu. Mereka ialah Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Kholis Setiawan, Sekretaris Panitia Seleksi Abdurrahman Mas’ud dan tiga anggota panitia bernama Kuspriyomurdono, Khasan Effendy dan Rini Widyantini.

“Dicecar mengenai proses seleksi administrasi hingga wawancara di lingkungan kemenag,” tukas Febri.

Untuk diketahui, Rommy merupakan anggota Komisi XI DPR sekaligus mantan Ketum PPP. Dia ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap.

Suap terhadap Rommy itu diduga berasal dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. Keduanya juga telah ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap.

Muafaq dan Haris diduga memberi suap senilai total Rp 300 juta kepada Rommy. Suap itu, disebut KPK, diberikan agar Rommy membantu proses seleksi jabatan keduanya.

Saat ini, KPK tengah fokus mendalami soal prosedur pengisian jabatan di Kemenag. Alasannya, ada indikasi kejanggalan yang ditemukan KPK dalam proses pengisian jabatan itu.