Saksi Sebut Keuangan Blok BMG Masih dalam Taraf Wajar

JawaPos.com – Akuntan publik Feniwati Chendana menilai, akuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG) melakukan auditing berdasarkan clearence. Hasil audit tersebut menunjukkan laporan keuangan Blok BMG masih dalam hal wajar.

“Karena dalam clearence tidak menerbitkan secara formal, bahwa laporan keuangannya juga sama wajar,” kata Feni saat bersaksi untuk mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (4/4).

Feni menuturkan, makna wajar tersebut yakni telah sesuai standar auditing dimana bahwa laporan keuangan wajar dalam hal material. Audit keuangan tersebut dilakukan melalui metode sampling atau profesional judcment.

“Jadi sesuai standar auditing kami hanya bisa memberikan opini bahwa laporan keuangan adalah wajar dalam hal material,” ucap Feni.

Sementara itu, staf bagian keuangan Pertamina Hulu Energi, Fauzi Hidayat mengatakan, pihaknya selalu melakukan pencatatan terkait naik turunnya Blok BMG Australia. Pencatatan itu dilakukan melalui proses akuntansi.

“Melalui konsep akuntansi harus ada konservatisme setiap ada penurunan nilai harus dicatat,” ucap Fauzi.

Kendati dari perhitungan adanya penurunan nilai, kata Fauzi, penurunan tersebut fluktuatif dan bisa adanya kenaikan. “Semuanya sewaktu-sewaktu bisa pulih kembali, kalau ternyata katakanlah ada faktor eksternal dan internal,” tegasnya.

Dalam kasus ini, sebelumnya eks Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan didakwa telah memperkaya orang lain atau korporasi dalam upaya investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG). Hal ini diduga juga telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 568,06 miliar. Perusahaan yang dimaksud adalah PT Roc Oil Company Limited (ROC, Ltd). 

Atas perbuatannya, Karen didakwa telah melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 jo pasal 55 ayai 1 ke-1 KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan