SAB dan RA Saling Tuduh Soal Ancaman di Sosmed

JawaPos.com – Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan SAB membantah semua tuduhan RA yang mengaku telah diperkosa sebanyak empat kali. Termasuk soal dia mengancam mantan asisten pribadinya itu usai isu pemerkosaan berhembus.

Melalui kuasa hukumnya, Memed Adiwijaya, SAB mengaku justru dia yang mendapat ancaman dari RA. “Ancaman apa? Tidak ada, justru yang bersangkutan yang mengancam klien kami,” ujarnya di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (7/1).

Pihaknya mengklaim mengantongi bukti ancaman RA itu. Adapun yang pasti, ancaman tersebut dilakukan melalui media sosial. “Bisa dilihat deh buktinya nanti. (Ancamannya) lewat sosmed,” tegas Memed.

Sementara itu pihaknya juga menegaskan bahwa perekrutan RA sebagai staf ahli Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sudah melalui aturan. Tidak seperti yang disampaikan RA sendiri bahwa dia direkrut langsung oleh Denwas tersebut.

“Ada protapnya semua, ada mekanismenya,” singgung Memed.

Begitu pula ketika Denwas memutuskan untuk menskor RA. “Ada protapnya. Tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi dengan klien kami,” dalihnya.

Ditanya apa alasan Denwas BPJS Ketenagakerjaan menskors RA, Memed enggan menjelaskannya. “Teman-teman punya logika, kalau orang kerja diskor, ada satu dua hal yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Sebelumnya, RA, 27, mantan asisten pribadi anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan berinisial SAB mengaku mendapat ancaman usai muncul ke publik. Adapun ia sebelumnya mengaku telah diperkosa bosnya itu sebanyak empat kali.

RA menyebut ancaman itu bervariasi. Namun ia enggan merinci ancaman seperti apa saja yang diterimanya dalam beberapa hari terakhir ini. “Ancaman teror memang ada, tapi nanti saja. Saya tidak mau jelaskan detail,” ujarnya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (2/12).

Editor      : Erna Martiyanti
Reporter : Desyinta Nuraini