Rumusan Stranas Rampung, Timnas PK Siap Menghadap Presiden

JawaPos.com – Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) termasuk unsur pimpinan KPK, telah merumuskan sejumlah strategi nasional (stranas). Rencananya rumusan Stranas PK bakal diserahkan ke Istana Negara, Rabu (13/3).

“Besok Rabu, 13 Maret 2019 pukul 16.00 WIB, direncanakan Pimpinan KPK sebagai bagian dari Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) akan datang ke Istana Negara untuk menyerahkan hasil penyusunan kegiatan Tim Stranas PK sejak Oktober 2018 sampai saat ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (12/3).

Dia menjelaskan, Stranas PK yang dibentuk berlandaskan Peraturan Presiden (Prespres) Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi itu, diharapkan dapat mencegah menjamurnya korupsi di Indonesia.

“Salah satu konsep utama yang diatur adalah Stranas PK sebagai arah kebijakan nasional pencegahan korupsi di Indonesia,” imbuhnya.

Febry memaparkan, dokumen hasil penyusunan Timnas PK itu berisikan tiga hal yang difokuskan dalam pencegahan tindak pidana korupsi di sejumlah area stranas. Termasuk 11 rencana aksi dan 24 sub rencana aksi. Namun, Febri tidak membeberkan lebih rinci kesebelas rencana aksi tersebut.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menambahkan, dalam stranas PK juga terdapat perizinan dan tata niaga, keuangan negara, dan penegakan hukum serta reformasi birokrasi.

“Tiga Fokus Stranas PK adalah perizinan dan Tata Niaga, keuangan Negara, dan penegakan hukum dan reformasi birokrasi,” jelasnya.

Dalam Timnas PK tersebut terdiri dari unsur KPK, KSP, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Bappenas, dan Kementerian PAN dan RB.

Dari dokumen stranas yang diserahkan oleh Timnas PK, selanjutnya kata Febri, Presiden akan menugaskan para pimpinan kementerian, lembaga dan kepala daerah terkait, untuk melaksanakan seluruh rencana aksi dan turunannya tersebut.

“KPK berharap seluruh rencana aksi yang sudah dituangkan dilaksanakan secara efektif dan sinergis oleh instansi yang terkait,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Intan Piliang