RA Tunda Polisikan Dewan Pengawas BPJS, Ini Alasannya

JawaPos.com – RA, 27, perempuan yang mengaku diperkosa anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syarif Adnan Baharuddin (SAB) menunda laporannya ke Bareskrim Polri. Alasannya, pihaknya diminta untuk merapikan barang bukti.

“Jadi kami belum melaporkan peristiwa pidana ini. Kami baru melakukan konsultasi hukum dulu,” ujar Kuasa Hukum RA, Heribertus S Hartojo di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (2/12).

Dia mengaku barang bukti yang dibawa cukup banyak. “Bukti-bukti itu harus disortir mana yang lebih mengarah (ke tindak pidana pemerkosaan) supaya lebih efektif dalam perjalanan kasusnya,” sebutnya.

Pihaknya juga diminta untuk menentukan pasal yang akan digunakan untuk menjerat pelaku pemerkosaan itu. Sebab, jika pasal yang digunakan tidak sesuai dengan peristiwa pidana yang dialami kliennya, maka kasus tersebut diprediksi bisa melebar.

“Jadi pasalnya ini sedang disortir oleh tim penyidik. Kalau tidak disortir nanti bisa melebar ke mana-mana ini. Tindak pidana ini jelas mengarah pada dugaan perbuatan cabul si pelaku,” jelas Hartojo.

Untuk itu, mereka akan membenahi barang bukti dan laporan itu hari ini. “Besok kita akan sampaikan secara resmi karena ada bukti saksi ahli, chat, segala macam,” pungkas Hartojo.

Editor      : Bintang Pradewo
Reporter : (dna/ce1/JPC)