RA Ngaku Diteror Usai Beberkan Pemerkosaan yang Dialaminya

JawaPos.com – RA, 27, mantan asisten pribadi anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan berinisial SAB mengaku mendapat ancaman usai muncul ke publik. Adapun ia sebelumnya mengaku telah diperkosa bosnya itu sebanyak empat kali.

RA menyebut ancaman itu bervariasi. Namun ia enggan merinci ancaman seperti apa saja yang diterimanya dalam beberapa hari terakhir ini. “Ancaman teror memang ada, tapi nanti saja. Saya tidak mau jelaskan detail,” ujarnya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (2/12).

Ia juga mengatakan, sebelum melakukan konferensi pers pekan lalu, SAB sempat menelepon dirinya. “Saya bilang, kalau mau ngomong silakan ke orang tua atau kuasa hukum. Sampai sekarang dia nggak berani memunculkan wajahnya di depan saya,” ungkap RA.

Selain itu, perempuan tersebut juga mengaku dirinya telah menerima dua kali somasi dari terduga pelaku. Sebab, ia dianggap telah membeberkan peristiwa pidana itu ke media sosial hingga viral. “Sudah dua kali dikirim somasi, kuasa hukum sudah balas somasi itu,” bebernya.

Terpisah, Ade Armando selaku dosen korban dari Universitas Pelita Harapan membeberkan, ancaman yang diterima mahasiswinya, RA, terjadi beberapa kali melalui media sosial. “Mungkin kalau teror fisik tidak ada ya, tetapi kalau teror di media sosial itu ada,” katanya.

Bahkan ada beberapa orang yang sengaja menyewa buzzer untuk membuka kembali semua postingan RA sejak 2015-2016 lalu. “Ada buzzer yang sengaja membuat meme dan membuka kembali masa lalunya. Saya pastikan itu bukan netizen, kalau netizen buat apa dia cari informasi di Facebook-nya korban untuk diolah kembali,” tukas Ade.

Editor      : Erna Martiyanti
Reporter : (dna/ce1/JPC)