Polri Gandeng PPATK, Telusuri Transaksi Keuangan Nuryanto

JawaPos.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam membantu Polisi Diraja Malaysia (PDRM) mengungkap kasus pembunuhan 2 WNI. Adapun mereka menelusuri transaksi keuangan korban atas nama Nuryanto, bos tekstil asal Bandung.

“Kami dari NCB Interpol kerja sama dengan NCB KL dan PDRM melakukan penelitian lebih dalam kepada korban, bekerja sama dengan PPATK untuk lihat arus transfer keuangan korban,” ujar Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Napoleon Bonaparte saat konferensi pers di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/2).

Sejauh ini, pihaknya sudah memegang bukti keuangan berupa transaksi di Bank BCA atas nama Nuryanto. “Kami juga sudah dapat, dari Hubinter akan berkoordinasi dengan Sekretaris NCB di Malaysia dan PDRM,” imbuhnya.

Selain transaksi keuangan, Polri juga menelusuri jejak digital berupa percakapan di handphone milik korban. “Kami kerja sama dengan Dirsiber Polri untuk melihat track record dari komunikasi yang dimiliki korban. Kami sudah dapat bukti percakapan, nanti kita kirim ke PDRM,” tegasnya.

Polri dalam hal ini katanya akan terus membantu PDRM mengungkap kasus mutilasi di daerah Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Adapun korbannya adalah pengusaha tekstil asal Bandung bernama Nuryanto dan stafnya, Munawaroh.

Dua korban itu ditemukan dengan kondisi berupa potongan tubuh yang dibungkus tiga kantong plastik. Segala temuan data yang didapat Polri di Indonesia katanya akan disampaikan ke pihak PDRM.

“Saat ini Polda Jabar dan Bareskrim Polri sedang berupaya dengan bantuan Inafis maupun PPATK untuk bantu dan sampaikan hasil itu kepada PDRM,” pungkasnya.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini