Peringati 2 Tahun Penyerangan Novel Baswedan, WP KPK Minta Presiden Bentuk TGPF

JawaPos.com – Kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tepat memasuki dua tahun pada hari ini Kamis (11/4). Namun pelaku intelektual dan aktor lapangan penyerangan terhadap Novel masih menjadi misteri.

Wadah Pegawai KPK bersama koalisi masyarakat sipil akan menggelar rangkaian peringatan dua tahun percobaan pembunuhan terhadap Novel. Rangkaian acara ini diawali dengan aksi bersama yang dimeriahkan dengan penampilan musik, mimbar bebas dan orasi dari berbagai elemen masyarakat.

“Gerakan mahasiswa hingga aktivis buruh termasuk di dalamnya deklarasi anti teror terhadap pemberantasan korupsi oleh tokoh-tokoh Nasional,” kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap dalam keterangannya, Kamis (11/4).

Acara ini juga akan diisi dengan dialog budaya untuk mendorong penuntasan kasus Novel Baswedan. Dialog tersebut akan dipimpin oleh Cak Nun bersama Novel serta dimeriahkan musikalisasi puisi oleh Najwa Shihab.

Tepat pada hari ini juga rangkaian aksi di berbagai daerah serta aksi kamisan yang digelar di depan Istana Negara pada pukul 16.00 WIB. Aksi ini didukung oleh berbagai elemen tanpa mempersoalkan afiliasi terhadap pilihan presiden, karena memang aksi ini bukan untuk tujuan politik tertentu.

Sebab, pemberantasan korupsi merupakan impian seluruh rakyat negeri ini dimana rakyat sudah muak dengan pejabat yang korup dan merampas uang rakyat untuk kekayaan pribadi. Sehingga rakyat menjadi miskin, terlantar, dan tidak mendapatkan akses yang layak untuk pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan.

“Untuk itulah hari ini apapun pilihan politikmu, mari berkumpul di KPK untuk mendukung Presiden berani membentuk TGPF yang independen, agar teror terhadap KPK berhenti dan teror sebelumnya tertangkap siapa pelakunya,” tegas Yudi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan