Periksa 3 Anggota DPR, Ini yang Digali KPK

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi sudah memeriksa tiga saksi dari unsur DPR RI. Pemeriksaan ini terkait kasus yang membelit Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menuturkan pihaknya mengklarifikasi beberapa hal dalam kasus ini, salah satunya proses dan prosedur pengajuan anggaran, khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN TA 2016 untuk alokasi APBD-P Kabupaten Kebumen TA 2016.

“Termasuk dalam posisi-posisi mereka di Badan Anggaran DPR-RI sebelumnya,” ucapnya pada awak media, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).

Terpisah, Ketua Komisi III Kahar Muzakir usai diperiksa memilih irit bicara. Dia hanya menyebut dirinya ditanya soal penganggaran. Namun, dia menegaskan sama sekali tidak mengetahui mengenai pembahasan anggaran DAK Kebumen.

“Saya dimintai keterangan tentang penganggaran APBN-P 2016. Itu saja. Pertanyaannya cuma tujuh,” kata Kahar saat keluar dari Gedung KPK.

Selain Kahar, KPK hari ini juga memeriksa Anggota DPR dari Fraksi PAN Ahmad Riski Sadig. Dia menyebut pemeriksaannya hanya melengkapi pemeriksaan sebelumnya.

“Lengkapin yang kemarin saja. Cuma penambahan, 3 pertanyaan saja tadi,” kata Ahmad Riski saat keluar dari gedung KPK.

Bahkan, Ahmad Riski menyatakan usulan DAK Kabupaten Kebumen merupakan murni usulan pemerintah. Menurutnya, tak ada pembahasan khusus di DPR terkait DAK Kebumen.

Ahmad Riski menyebut DPR hanya membahas parameter daerah penerima DAK secara umum, bukan per daerah. Dia pun mengaku tak tahu soal istilah ‘untuk kawan-kawan’ yang muncul dalam sidang Bupati Kebumen nonaktif Yahya Fuad.

“Saya enggak tahu,”singkatnya.

Sementara, Anggota DPR dari F-PDIP Said Abdullah juga diperiksa sebagai saksi untuk Taufik. Adapun, penyidik juga mencecar hal yang sama dengan kedua saksi lain.

Untuk diketahui, KPK beberapa waktu lalu sempat menyatakan bakal menelusuri ada tidaknya pihak lain yang terlibat di kasus dugaan suap dari Yahya Fuad kepada Taufik Kurniawan. Salah satunya terkait istilah ‘untuk kawan-kawan’ yang terungkap dalam persidangan Yahya Fuad.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang sekitar September 2018 itu terungkap mengenai upaya Yahya mendekati sejumlah anggota Dewan. Setidaknya ada tujuh anggota DPR yang didekati Yahya saat itu. Namun pada akhirnya, hanya Taufik Kurniawan yang menawarkan bantuan kepada Yahya Fuad. Saat itu, Taufik menawari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 100 miliar.

“Sampai suatu saat terdakwa ditawari oleh Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR, di mana ada dana DAK tahun 2016 untuk jalan sebesar Rp 100 miliar di mana beliau bilang, ‘Ini tidak gratis, karena untuk kawan-kawannya’. Terdakwa saat itu tidak langsung menjawab,” demikian dalam salinan surat tuntutan Yahya Fuad tersebut.

Taufik ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 2018. Dia diduga menerima suap Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen nonaktif Yahya Fuad terkait DAK Kebumen pada APBN-P 2016.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang