Penyelidik KPK Sudah Diperiksa, Febri: Ada Upaya Perampasan Saat Itu

JawaPos.com – Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjadi korban dugaan penganiayaan saat menjalankan tugasnya, telah diperiksa oleh pihak Polda Metro Jaya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan ada upaya perampasan tas, serta barang-barang dari tangan penyelidik sebelum terjadinya dugaan penganiayaan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut, keterangan upaya perampasan tersebut telah disampaikan oleh penyelidik, yang diduga menjadi korban penganiayaan, saat dimintai keterangan oleh polisi.

“Sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim Polda, di rumah sakit terhadap korban. Jadi korban masih dirawat di RS saat proses pemeriksaan tersebut,” ujarnya pada awak media, Sabtu (9/2).

Mantan aktivis ICW ini menjelaskan, saat diperiksa, penyelidik tersebut telah menceritakan semua apa yang diketahui saat peristiwa penganiayaan terhadap dirinya terjadi.

“Satu orang yang dirawat di rumah sakit setelah operasi itu menjelaskan apa yang dia rasakan, apa yang dia ketahui pada saat peristiwa. Mulai dari adanya pihak-pihak tertentu membawa yang bersangkutan ke tempat tertentu berpindah tempat di dalam lobi hotel,” jelasnya.

“Kemudian dikerumuni beberapa orang, hingga akhirnya ada upaya untuk merampas, misalnya merampas tas atau mengambil tas dan barang-barang yang ada pada korban sampai pada pemukulan,” sambungnya.

Selain memeriksa korban, kata Febri, tim Polda juga memeriksa pihak lain. Adapun, salah satu dari orang yang diperiksa merupakan biro hukum KPK dalam kapasitasnya sebagai pelapor.

“Salah satunya pelapor yang ditugaskan pimpinan juga sudah diperiksa kemarin. Kami harap beberapa informasi bisa semakin memperkuat bukti,”tuturnya. 

Namun, Febri menyatakan keterangan lebih detail bisa disampaikan oleh polisi. Dia berharap pelaku penyerangan tersebut segera terungkap.

“Jadi total ada tiga orang yang diperiksa, satu orang korban dan dua orangg pegawai KPK. Unsurnya korban kemudian pelapor dan pegawai lain yang juga dipandang mengetahui peristiwa,” sebutnya.

“Kami harap beberapa informasi tersebut bisa semakin memperkuat, karena kami baca di beberapa pemberitaan juga pihak Polda sudah mengatakan, misalnya mengantongi nama pelaku atau yang lain,” imbuhnya.

Dia juga menambahkan, jika memang kepolisian sudah benar mengetahui siapa pelakunya. Maka ada kabar baik dalam penegakan hukum terutam teror yang mengancam KPK.

“Tentu saja kalau itu benar (mengantongi nama pelaku) dan nanti ada tersangkanya itu akan menjadi kabar baik ya bagi kita semua, agar pihak-pihak lain juga berpikir ulang untuk mengganggu apalagi menyerang penegak hukum yang sedang bertugas,”tandasnya.

Sebelumnya, dua pegawai KPK diduga menjadi korban penganiayaan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (3/2) dini hari. Penganiayaan itu terjadi saat keduanya sedang melakukan tugas cross check atas informasi masyarakat terkait indikasi korupsi.

Kasus ini pun tengah ditangani Polda Metro Jaya dan sudah masuk tahap penyidikan. Polda menyatakan telah menerima hasil visum dan terus melakukan pendalaman terkait kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang