Pengusaha Nilai Pemberantasan Korupsi KPK Lebih Efektif dari Polisi

JawaPos.com – Pelaku usaha masih menaruh kepercayaan terhadap lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi. Dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), sebanyak 71 persen pengusaha menganggap bentuk pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK, efektif.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan persepsi pengusaha terhadap pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Kepolisian, yang sebesar 31 persen. Meski begitu, peneliti LSI Ahmad Khoirul Umam mengatakan, persepsi pengusaha itu masih lebih rendah dibandingkan persepsi publik secara umum, yang mencapai 85 persen.

Artinya, kata dia, dibandingkan publik pengusaha lebih kritis dalam menilai efektivitas pemberantaan korupsi oleh KPK.

“Secara umum, penilaian efektivitas oleh pelaku usaha yang 71 persen, lebih rendah daripada penilaian publik yang sebesar 85 persen,” ungkapnya memaparkan hasil survei ‘Persepsi Korupsi dalam Hubungan Kerja Antara Pemerintah dan Pelaku Usaha di Sektor Infrastruktur, Kepabeanan dan Perizinan’, Rabu (13/2).

Menurut Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo, kekhawatiran pelaku usaha terhadap KPK adalah wajar. Sebab, di setiap operasi tangkap tangan yang dilakukan, lembaga antirasuah itu selalu ikut mengamankan pihak swasta yang bekerja sama dengan aparatur pemerintah.

“Jadi saya kira kalau merujuk dari data ini, problem selama ini di Indonesia yang dilakukan oleh penegak hukum termasuk KPK yaitu masih menunjukkan rawannya tingkat korupsi yang tinggi, ketika pemerintah berinteraksi dengan sektor swasta,” tukasnya.

“Karena biasanya ketika KPK mampu menangani pejabat publiknya, pasti sektor swastanya juga ikut terseret. Sebab, mereka biasa mengakui memberikan sesuatu secara ilegal seperti gratifikasi dan lain-lain,” pungkasnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Intan Piliang