Pengamat Terorisme Nilai Kasus Pembakaran Mobil di Jateng Politis

JawaPos.com – Kasus pembakaran mobil dan motor di wilayah Jawa Tengah dinilai lebih kental nuansa politik ketimbang teror. Hal itu disampaikan Pengamat Terorisme dari UIN Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak.

Untuk itu, agak mengherankan jika polisi belum bisa mengungkap para pelakunya padahzal aksi pembakaran misterius itu terjadi berulang kali. “Jadi tidak bisa disalahkan kalau sebagian masyarakat mengkaitkan ini dengan kontestasi pilpres,” ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (8/2).

Apalagi kata Zaki, Jawa Tengah menjadi arena pertarungan yang paling keras bagi kedua kandidat capres. “Saya mengharapkan tidak terjadi skenario kerusuhan,” imbuhnya.

Karenanya, dia berharap agar Kepolisian harus segera menuntaskan masalah ini. “Itu supaya tidak muncul spekulasi-spekulasi liar,” kata Zaki.

Sekadar informasi, sejak 31 Januari 2019 setidaknya ada 28 kasus pembakaran kendaraan di wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Pembakaran itu terjadi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Grobogan.

Polisi hingga kini belum berhasil menangkap pelakunya. Namun selain Polda Jateng, Mabes Polri juga membentuk satuan tugas yang terdiri dari Bareskrim, Baintelkam, hingga Densus 88 Anti-teror.

Sebanyak 1.200 personel dari Polda Jateng juga dikerahkan untuk mengawasi sejumlah wilayah agar kejadian pembakaran tidak terulang.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini