Penangkapan Teroris di Sibolga Pengembangan dari Lampung

JawaPos.com – Penangkapan Husain alias Abu Hamzah merupakan pengembangan dari terduga teroris yang diamankan di Lampung akhir pekan lalu. Mereka adalah kelompok yang sudah terpapar pemahaman jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Seorang pelaku sudah ditangkap kemarin di Lampung. Densus lanjut mengembangkan ke Sibolga untuk menangkap tersangka lain, jaringan Lampung tersebut,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi, Selasa (12/3).

Ia menuturkan, Densus 88 Antiteror sudah menelusuri gerak gerik kelompok itu. Karenanya, ia membantah penangkapan kasus terduga teroris di Sibolga berkaitan dengan pemilu. 

“Untuk penangkapan di Sibolga ini murni pengembangan dari penangkapan di Lampung kemarin,” ujarnya lagi.

Soal apakah ini juga bagian rangkaian pengamanan kunjungan Presiden Joko Widodo pada 15-17 mendatang di Sumatera Utara, Iqbal mengatakan bahwa pengamanan presiden sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) tersendiri.

“Pam (pengamanan) terhadap presiden sudah ada SOP-nya termasuk dari ancaman teroris,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang terduga teroris ditangkap Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri di Kelurahan Panengahan, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (9/3) kemarin. Adapun Rinto alias Putra Suhada, 23, diduga terpapar paham radikal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Penangkapan Rinto tak lepas dari peran orangtuanya. Teguh, 57, ayah Rinto melaporkan keberadaan anaknya yang sudah berada di rumah setelah sekian lama menghilang, kepada aparat setempat 

Ketika tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri datang dan melakukan penggeledahan, ditemukan sejumlah benda mencurigakan diduga alat membuat bom rakitan. Alat bukti tersebut pun langsung diamankan tim penjinak bahan peledak (Jihandak).

Namun yang pasti, dari pengakuan Rinto kepada orang tuanya, dia akan melakukan aksi amaliah ke markas Kepolisian. Yakni di Polda Lampung dan Mabes Polri.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini