Pemberkasan Kasus Ratna Dianggap Terlalu Lama, Begini Kata Penyidik

JawaPos.com – Ratna Sarumpaet menjalani masa tahanan selama 3 bulan lebih di Polda Metro Jaya, Kamis (10/1), sejak ditangkap pada 4 Oktober 2018. Dia diamankan pihak kepolisian di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak bertolak ke Santiago, Chile.

Jalannya proses penyidikan itu dirasa terlalu lama dan tidak profesional menurut kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin. Hingga kini kliennya masih mendekam rutan di Polda Metro Jaya.

Menanggapi keluhannya, Kepala Unit Jatanras, AKP Nico Purba menjawab tudingan itu. Menurutnya, selama proses penyidikan untuk pemberkasan kasus perkara penganiayaan fiktif itu, polisi terlebih dahulu harus memeriksa sejumlah saksi. Hal itu untuk melengkapi bukti-bukti untuk dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Kami (penyidik) sudah sesuai aturan dan menjalankan secara prosedur. Karena waktu saja, mungkin proses penyidikan agak lama (untuk melengkapi berkas),” ujarnya di Polda Metro Jaya, Kamis (10/1).

Nico pun memastikan bahwa berkas perkara kasus Ratna Sarumpaet akan selesai sebelum 1 Februari 2019 mendatang. Dia menjelaskan, perpanjangan masa tahanan tersangka selesai pada awal Februari.

Untuk itu, berkas perkara yang sebelumnya dinyatakan belum lengkap (P19) oleh Kejaksaan, saat ini sudah diperbaiki untuk dikirim kembali sambil menunggu hasil evaluasi.

Setelah berkas kembali dilimpahkan ke Kejaksaan, tim penyidik masih menunggu hasil evaluasi. Apabila masih belum dinyatakan P21, maka kemungkinan penambahan masa tahanan bisa terjadi atau penambahan saksi bisa saja dilakukan.

“Kami yakin akan selesai P21, sebelum tanggal 1 Februari 2019. Masa tahanan sudah tidak ada penambahan lagi,” kata Nico.

Sebelumnya kuasa hukum Ratna, Insank Nasruddin mengatakan, kliennya itu mengalami penurunan berat badan hingga 12 Kilogram. Atas dasar itu, dirinya meminta kepada pihak kepolisian untuk mempercepat proses hukum kliennya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Insank pun sempat meminta kepada petugas penyidik kepolisian untuk tidak terlalu lama bertindak dalam penyidikan kasus kliennya. Ia mendesak polisi segera mempercepat proses hukum Ratna.

“Jangan terlalu lama. Segera percepat proses hukum. Kasihan klien kami,”

Untuk diketahui, Ratna ditangkap atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax terkait penganiayaan terhadapnya. Aktivis kemanusiaan itu disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Wildan Ibnu Walid