Novel: Saya Sangat Mengutuk Tindakan Jahat Menyerang Aparatur Negara

JawaPos.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengutuk penyerangan terhadap dua koleganya. Dua pegawai KPK itu diduga dianiaya ketika tengah melaksanakan tugas di hotel Borobudur pada Minggu (3/2) dini hari.

“Saya sangat mengutuk tindakan jahat yang menyerang aparatur negara yang sedang bekerja,” kata Novel saat dikonfirmasi, Selasa (4/2).

Dia mengatakan, pelaku kejahatan penyerangan tersebut bisa diancam hukuman berat karena menyerang aparatur negara yang sedang bertugas.

“Dalam UU kejahatan penyerangan terhadap aparatur negara yang sedang bertugas diancam hukum yang lebih berat,” imbuh Novel.

Novel begitu meyakini, KPK secara kelembagaan tidak akan membiarkan kejahatan seperti itu terjadi. Sebab, kata Novel, penyerangan tersebut adalah ancaman yang nyata terhadap pemberantasan korupsi, khususnya lembaga antirasuah.

Dia menilai, setiap serangan atau teror yang tidak diungkap akan membuat para penjahat berani melakukan serangan kembali kepada pegawai KPK atau aparat pemberantas korupsi lainnya.

“Saya dan pegawai KPK lainnya melalui Wadah Pegawai KPK meminta semua serangan dan teror terhadap pegawai dan Pimpinan KPK harus diungkap secara keseluruhan,” tegas Novel.

Sebelumnya, ada dua pegawai KPK yang diduga mengalami penganiayaan saat melaksanakan tugas di Hotel Borobudur, Jakarta pada Minggu (3/2) dini hari. Peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

“Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh,” tukas juru bicara KPK Febri Diansyah.

“Sebelum dua pegawai dianiaya, di lokasi tersebut dilakukan rapat pembahasan hasil review Kemendagri terhadap RAPBD Papua tahun anggaran 2019 antara pihak Pemerintah Provinsi dan DPRD,” pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang