MUI DKI: Kegiatan Munajat 212 Bukan Tanggung Jawab Kami

JawaPos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta memenuhi panggilan Bawaslu DKI untuk mengklarifikasi kegiatan Malam Munajat 212 yang digelar di Lapangan Monas, pada 21 Februari lalu. MUI DKI meluruskan anggapan masyarakat bahwa merekalah yang menggagas agenda tersebut.

“MUI DKI Jakarta hanya menyelenggarakan Senandung Salawat dan Dzikir Nasional sekaligus Doa untuk Keselamatan Bangsa. Kegiatan Munajat 212 bukan tanggung jawab kami, bukan bagian dari kami,” kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi (Kabid Infokom) MUI Provinsi DKI Jakarta, Faiz Rafdi di kantor Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Senin (11/3).

Faiz menjelaskan, MUI DKI tidak bertanggung jawab soal kegiatan selain yang digelar oleh pihaknya. Dia menyebut pihak yang berhak menanggapi isu seputar Munajat 212 adalah pihak yang melaksanakan kegiatan itu. Sebab, MUI DKI tidak mengundang tokoh politik maupun tokoh partai politik.

“Sekali lagi kami tegaskan kami tidak mengundang tokoh politik, tokoh partai politik baik dari timses 01 maupun 02,” ucap Faiz.

Namun, lanjutnya, jika para tokoh tersebut datang sebagai warga negara, tentu pihaknya tidak bisa menolak. MUI DKI juga menegaskan, pihaknya tidak bertanggung jawab terkait unsur kampanye terselubung dalam kegiatan tersebut.

“Kami selesai acara pukul 21.30 WIB. Kalaupun mereka naik panggung, tentu bukan kapasitas dan kewenangan kami lagi,” tegasnya.

Kedatangan Faiz ke Bawaslu DKI untuk menggantikan ketua umum MUI DKI yang berhalangan hadir. Sedianya ada empat pihak yang diundang Bawaslu DKI yakni Zulkifli Hasan, Fadli Zon, Neno Warisman, dan Ketua MUI DKI, KH Munahar Muchtar.

Zulkifli Hasan sendiri sudah hadir pada Selasa, 5 Maret lalu. Namun, Fadli Zon dan Neno Warisman masih belum memberi konfirmasi apakah pihaknya akan memenuhi undangan Bawaslu atau tidak.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Muhammad Ridwan