Misteri Kode ‘3’ yang Disebut Iwa Karniwa Dalam Kasus Suap Meikarta

JawaPos.com – Jaksa Penuntut Umum KPK kembali menghadirkan empat saksi dalam sidang lanjutan kasus perizinan proyek Meikarta, Bekasi di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/2). Salah satu saksi menjelaskan soal kode 3 yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa.

Empat saksi tersebut diantaranya Gentar, selaku mantan asisten pribadi terdakwa Billy Sindoro; Sulaiman, 47, anggota DPRD Kabupaten Bekasi; Waras Wasisto, 48, anggota DPRD Jawa Barat, dan Polmen Tratidio, 38, PNS Kabupaten Bekasi.

Dalam keterangannya, Sulaiman menjelaskan soal pertemuan dengan Iwa Karniwa bersama Neneng Rahmi, Henry Lincoln, dan Waras Wasisto di KM 72 dan Gedung Sate. Namun dirinya tidak tahu pembahasan dalam pertemuan tersebut, karena tidak ikut dalam rapat itu.

“Saya ketemu Neneng Rahmi di KM 39 selang satu atau dua minggu, Pak Henry datang. Beliau mohon-mohon mau ketemu Pak Waras dan pertemuan kedua ada Neneng Rahmi,” kata Sulaiman di PN Bandung, Rabu (6/2).

Sulaiman terus menyebut dirinya tidak tahu pembahasan dalam pertemuan tersebut. Bahkan dirinya tahu soal kaitan dengan RDTR, setelah bertemu Iwa Karniwa.

“Terkait RDTR mengetahuinya setelah Pak Iwa dan Neneng Rahmi, Henry meminta pertemuan di Gedung Sate,” ujarnya.

“Begitu mereka keluar, Bu kok ini urusannya urusan kendinasan soal RDTR dan evaluasi gubernur. Tidak ada permintaan, hanya ada kaya kode 3 dari Pak Iwa yang didengar oleh saya dan Waras,” jelasnya.

Namun dirinya menjelaskan bahwa tidak mengerti soal kode yang dimaksud. Hanya saja ada kalimat bahwa ada pemberian untuk pembuatan banner sekitar 3. “Tapi saya tidak paham 3 apa,” ucapnya.

Kemudian Jaksa KPK, menjelaskan bahwa dalam BAP Sulaiman menyebutkan kode 3 adalah uang Rp 3 miliar untuk pengurusan RDTR yang diajukan Pemkab Bekasi ke Jawa Barat. Kemudian diminta untuk disampaikan kepada Neneng Rahmi. 

“Izin saya ralat, pada saat itu dengan penyidik komunikasi saya dengan Bu Neneng, ditegaskan kembali oleh Waras yang kemarin dibicarakan oleh Pak Iwa. Sampai di penyidikan tidak menyebut Rp 3 miliar, tapi asumsinya Rp 3 miliar,” tuturnya.

Sualiman terus menyebut tidak paham soal kode 3, namun Hakim Ketua kembali menanyakan dan menegaskan soal jawaban dari Sulaiman soal kode 3 itu. Akhirnya Sulaiman mengiyakan bahwa 3 yang dimaksud adalah Rp 3 miliar.

“Iya betul itu keterangan saya, saya lupa, saya tidak tahu 3 berapa. Nanti saya tanya ke Waras. Tapi diperkirakan (kode 3) kami Rp 3 miliar karena ada pemberian sebanyak 3 kali,” pungkasnya.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Siti Fatonah