MA Tolak Kasasi Pengkritik Azan, Meliana Tetap Dihukum 1,5 Tahun

JawaPos.com – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi perkara Meliana terkait mengkritik volume azan yang dinilai menistakan agama di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Ibu rumah tangga itu tetap dihukum 18 bulan penjara.

“Ya di tolak,” kata Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro saat dihubungi JawaPos.com, Senin (8/4).

Kasasi Meliana diputus pada 27 Maret 2019 dengan majelis hakim yang diketuai Hakim Agung Desnayeti . Sementara hakim anggota Gazalba Saleh dan Sofyan Sitompul.

Dalam putusan itu disebut alasan mejelis hakim menolak kasasi, yakni tidak ada kesalahan penerapan hukum pada pengadilan tingkat pertama.

“Alasan kasasinya tidak berdasar. Pastinya tidak ada kesalahan penerapan hukum dari putusan yang dimohonkan kasasi,” ucap Andi

Oleh karena itu, Meliana tetap dihukum 18 tahun penjara, sesuai vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Medan. “Iya berlaku (vonis 18 bulan penjara),” tegas Andi.

Sebelumnya, Meliana warga Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara dijatuhi vonis 18 bulan atau 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Medan. Dia dinyatakan bersalah melanggar pasal 156a Kitab Undang-undang Hukup Pidana (KUHP) tentang penistaan agama.

Majelis hakim menilai, Meliana terbukti melakukan penistaan agama karena mengeluhkan pengeras suara azan dari Masjid Al Maksum Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Juli 2016. Dia merasa terganggu karena pengeras suara azan setiap hari dinyalakan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan