Lonewolf, 2 Terduga Teroris yang Diamankan Densus Ikuti Instruksi JAD

JawaPos.com – Dua terduga teroris yang diamankan akhir pekan lalu merupakan lonewolf atau tidak tergantung dalam kelompok. Mereka terbilang merencanakan aksinya sendiri.

“Kedua ini masuk ke dalam individu dari sleeping sel,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Senin (11/3).

Namun mereka sudah terpapar paham Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Diduga mereka terpengaruh instruksi kelompok teroris itu untuk segera melakukan aksi amaliah. “Indikasi ke sana, kita sudah monitor,” sebut Dedi.

Instruksi itu kata dia tidak secara langsung. JAD selalu menyampaikan untuk melakukan jihad atau amaliah melalui media sosial. “Dari instruksi itu bisa dijabarkan sleeping sel yang terpapar,” imbuhnya.

Untuk itu, Kepolisian mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi dalam waktu dekat, Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan umum dan saat ini sudah masuk ke dalam tahapannya.

“Ini upaya mitigasi agar kontestasi pemilu tidak dikacaukan kelompok mereka. Selain mengama.kan pemilu, untuk antisipasi potensi ancaman yang bisa terjadi termasuk terorisme,” tutur Dedi.

Diduga, aksi amaliah yang diinstruksikan JAD mempertimbangkan peta kekuatan Polri saat ini. “Dia sudah punya pola krn dua per tiga kekuatan Polri dan dibantu TNI akan fokus ke pengamanan pemilu. Khususnya sudah masuk masa tenang. Selama enam hari semua anggota sudah inside ke TPS seluruh desa,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, Densus 88 Anti-teror Mabes Polri pada Sabtu (9/3) kemarin menangkap Rinto alias Putra Suhada, 23, terduga teroris di Bandar Lampung. Keesokannya, terduga teroris lainnya, Panji Kumbara alias Salim Salyo, diamankan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini