Lawan Teror, Pegawai KPK Gelar Aksi Damai dan Bentangkan Kain Hitam

JawaPos.com – Pasca dugaan penganiayaan yang menimpa dua penyelidiknya ketika bertugas, Wadah Pegawai (WP) KPK kembali melakukan aksi damai. Aksi ini ditunjukkan sebagai bentuk melawan teror terhadap upaya pelemahan terhadap lembaga antirasuah.

Dalam aksi kali ini, WP KPK membentangkan kain hitam di halaman depan kantor lembaga antirasuah itu. Para pegawai KPK itu kemudian bergandengan tangan membentuk rantai manusia.

Selain untuk melawan teror, aksi itu juga dimaksudkan sebagai dukungan bagi pegawai KPK yang mengalami penganiayaan saat menjalankan tugas. Turut hadir dalam aksi itu penyidik senior KPK Novel Baswedan, WP KPK Yudi Purnomo dan juru bicara KPK Febri Diansyah.

Pegawai KPKRatusan pegawai KPK, saat melakukan aksi damai melawan teror terhadap penyelidiknya, Kamis (7/2) (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

“Kami pegawai KPK, seluruh direktorat hari ini kita perwakilan 1.800 pegawai hadir di sini sebagai bentuk solidaritas bahwa kawan kita tidak pernah sendiri. Karena ada kita yang selalu menyemangati,” ujar Ketua WP KPK Yudi Purnomo dalam orasinya di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).

Dua pegawai KPK yang dianiaya itu sebelumnya tengah bertugas mengecek laporan masyarakat mengenai adanya tindak pidana korupsi pada Sabtu, (2/2). Keduanya melakukan pemantauan di Hotel Borobudur, Jakarta, selepas rapat antara Pemprov dan DPRD Papua. Namun, saat itu salah satu dari kedua pegawai KPK itu diduga mengalami penganiayaan.

Bahkan, juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut para pegawai KPK itu mengalami kerusakan di bagian hidung sehingga harus menjalani operasi.

Atas kejadian tersebut, WP dan Biro Hukum KPK melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polda Metro Jaya. Belakangan, kasus itu ditingkatkan penanganannya oleh polisi ke penyidikan.

Di sisi lain Pemprov Papua juga melapor ke Polda Metro Jaya mengenai pencemaran nama baik, tetapi masih dalam tahap penyelidikan.

“Terhadap laporan balik yang dilakukan kepada teman kami bahwa kami akan selalu bersama teman kami untuk bisa menghadapi badai yang terjadi. Kami tidak akan pernah meninggalkan teman kami,” tegas Yudi.

Yudi pun meminta agar Kapolri bisa mengusut tuntas kasus ke-10 yang menyerang pegawai KPK. Setelah sebelumnya, 9 kasus juga belum tuntas.

“Kami minta Bapak Kapolri untuk secara tegas dan serius melakukan penegakan hukum untuk orang yang diduga menganiaya teman kami,” pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang