Laporkan Jokowi ke Bareskrim, SIRI Nilai Pernyataannya Bikin Resah

JawaPos.com – Serikat Independen Rakyat Indonesia (SIRI) melaporkan Presiden Joko Widodo ke Bareskrim Polri. Mereka menilai calon presiden nomor urut 01 itu telah menyebarkan hoax.

Adapun Jokowi saat bertemu dengan ribuan pendukungnya di pelataran Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2) lalu kembali menyindir soal propaganda Rusia yang tengah dipraktikkan kubu lawan dalam Pilpres 2019. Ia menyebut ada tim sukses yang tengah melakukan propaganda tersebut.

Propaganda Rusia merupakan teori propaganda dengan cara menyebarkan kebohongan sebanyak-banyaknya, sehingga membuat masyarakat menjadi ragu menentukan pilihan.

Ketua Umum SIRI Hasan Basri menilai, perkataan Jokowi itu telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. “Seakan-akan ada negara asing yang masuk ke negeri ini. Propaganda ini seharusnya tidak keluar dari ucapan presiden,” ujarnya di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (7/2).

Pihaknya sebagai unsur independen katanya sangat menyesalkan pernyataan tersebut. “Kami menduga ini hoax, ini berita bohong dan minta dihentikan,” tegas Hasan.

Jika hal ini berkembang menurutnya akan terjadi konflik dan mengakibatkan dampak yang luar biasa. Oleh sebab itu, pihaknya melaporkan Jokowi ke Bareskrim Polri sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Harus ada pertanggungjawaban yang jelas dari ucapannya itu. Jika ucapannya tidak dipertanggungjawabkan, berarti hoax,” sebut Hasan.

Namun sayangnya, laporan yang diajukan pihaknya tidak direspon cepat Bareskrim Polri. Hasan mengatakan bahwa dirinya diminta berkonsultasi terlebih dahulu. “Tadi saya dibawa ke Poldok (politik dan dokumen), tetapi tim dari pihak Bareskrim belum ada yang menerima kami karena banyak di luar,” tutur dia.

Hasan pun menegaskan bahwa laporan tersebut bukan berarti ditolak. “Nggak ditolak. Dikonsultasikan nanti. Dan kami akan mendatangi di hari berikutnya,” ucapnya berdalih.

Lebih lanjut Hasan berharap agar Kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut. “Laporan ke Pak Jokowi ini jangan sampai diabaikan karena ini akan menjadi preseden buruk di masyarakat. Artinya kalau memang ada bukti, ya harus dijelaskan,” pungkasnya.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini