KPK Telisik Anggaran Rp 50 Miliar Kemenpora, Dikucurkan Sepanjang 2018

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencermati mekanisme bantuan dana hibah Kemenpora sebesar Rp 50 miliar. Dana tersebut diduga diterima Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) selama tahun 2018.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya sudah terlebih dahulu mengidentifikasi peruntukkan dana hibah dari Kemenpora ke KONI sejumlah Rp 17,9 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk pembiayaan pengawasan dan pendampingan (wasping).

“Selain bantuan wasping tahap dua sejumlah Rp 17,9 miliar tersebut, KPK juga mencermati mekanisme bantuan Rp 50 miliar yang diterima KONI selama 2018,” ujarnya pada awak media, Kamis (7/2).

Mantan aktivis ICW ini memaparkan, bantuan Rp 50 miliar tersebut untuk beberapa keperluan. Sekitar Rp 30 miliar untuk wasping, bantuan kelembagaan KONI Rp 16 miliar, dan bantuan operasional KONI Rp 4 miliar.

“Diduga total dana Kemenpora yang mengalir sebagai bantuan ke KONI pada 2018 sejumlah Rp 67,9 miliar,” paparnya.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK pada Rabu (6/2) juga sudah memeriksa Ketua KONI Pusat Tono Suratman sebagai saksi untuk tersangka Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH).

“Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai mekanisme pengajuan proposal dan kewenangan penggunaan dana bantuan dari pemerintah pelalui Kemenpora kepada KONI,” jelas Febri.

Sebelumnya KPK juga telah memeriksa Menpora, Imama Nahrawi pada Kamis (24/1). Imam dicecar penyidik perihal perannya sebagai Menpora.

Untuk diketahui, KPK total telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu, yakni diduga sebagai pemberi, yaitu Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA).

Sedangkan diduga sebagai penerima, yakni Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dan kawan-kawan serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Intan Piliang