KPK Sebut Pemborgolan Tahanan Masukan dari Masyarakat

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menerapkan pemberlakuan aturan pemborgolan untuk tahanan kasus korupsi yang sedang ditanganinya. Pemberlakuan borgol terhadap tahanan sudah berlangsung secara perdana pada hari ini.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemborgolan terhadap tahanan mulai diterapkan pada Rabu ini atas masukan dari berbagai kalangan masyarakat.

“KPK telah menerima sejumlah masukan dari berbagai kalangan masyarakat terkait perlakuan terhadap para tahanan KPK, baik yang sebelum atau setelah pemeriksaan di kantor KPK, ataupun dari rumah tahanan menuju tempat persidangan atau tempat lainnya,” ungkapnya melalui pesan singkat, Rabu (2/1).

Menurut Febri, tujuan pemborgolan tersebut dilakukan sebagai aspek edukasi ke publik dan keamanan. Selain itu, juga aspek melakukan komparasi aturan pengelolaan tahanan oleh instansi penegak hukum lain.

“KPK menerima masukan tersebut dan mempelajari kembali aspek hukum terkait dengan perlakuan terhadap tersangka atau terdakwa yang ditahan oleh KPK,” sebut dia.

Oleh sebab itu, lanjut Febri untuk pertimbangan keamanan, KPK mulai menerapkan ketentuan pada Peraturan KPK Nomor 01 Tahun 2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK, khususnya Pasal 12 ayat (2).

“Mengatur bahwa ‘dalam hal tahanan dibawa ke luar rutan, dilakukan pemborgolan’. Hal ini dikategorikan dalam pengaturan tentang pemeliharan keamanan dan tata tertib rutan,” paparnya.

Hingga saat ini, sebut mantan aktivis ICW ini, penerapan aturan pemborgolan tersebut dilakukan di sejumlah rutan dan kebutuhan, yaitu pemeriksaan untuk penyidikan di kantor KPK serta kebutuhan persiapan persidangan.

“Di Jakarta sebanyak tujuh orang, di Surabaya 18 orang, di Medan satu orang, di Ambon satu orang, di Bandung tujuh orang, dan keluar rutan untuk berobat empat orang,” pungkas Febri.

Editor      : Kuswandi
Reporter : (ipp/JPC)