KPK Minta Pegawai BPKP Hingga KLHK untuk Jadi Tim Penyelidiknya

JawaPos.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan akan meminta dukungan personel dari sejumlah lembaga negara. Personel yang terpilih nantinya akan diseleksi untuk menjadi penyelidik maupun penyidik.

“Kami juga meminta kepada BPKP, toritas Jasa Keuangan (OJK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kemudian juga Kementerian, Lingkungan dan Kehutanan, PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Kehutanan untuk masuk menjadi penyelidik KPK,” kata Agus di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (11/3).

Selain itu, kata Agus, Polri juga akan mengirimkan 167 orang untuk diseleksi sebagai penyidik KPK. “Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan tes. Polri kalau enggak salah mengirim 167. Enggak tahu nanti yang lulus berapa,” ujarnya.

Agus berharap, dengan dukungan personel dari berbagai lembaga, penanganan berbagai jenis kasus korupsi bisa dilakukan dengan baik.

“Mudah-mudahan kasus yang kita tangani juga jauh lebih bervariasi kan, lebih beragam. Jadi kalau ada OJK, kita bisa menyentuh pasar modal dan perbankan, lingkungan juga nanti kita sentuh secara khusus, pencucian uang juga,” jelas Agus.

Agus menambahkan, selain pencegahan, KPK ingin memperkuat penindakan. Jika berkaca pada lembaga antikorupsi di negara lain, kinerja penindakan mereka juga cukup besar.

Sekadar informasi, KPK menggelar pelatihan bagi 24 calon penyidik yang direkrut dari Direktorat Penyelidikan KPK. Mereka menjalani pelatihan selama lima pekan, mulai 11 Maret hingga 13 April 2019.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang