KPK Eksekusi Mantan Anggota DPR Amin Santono ke Lapas Sukamiskin

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Anggota DPR Amin Santono ke Lapas Sukamiskin, Bandung. Eksekusi dilakukan usai Amin divonis bersalah dalam kasus suap dan dijatuhi hukuman 8 tahun penjara serta denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis pidana penjara 8 tahun, yang bersangkutan akan menjalani pidana penjara di Lapas Klas I Sukamiskin,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Rabu (13/3).

Amin dinyatakan terbukti menerima suap Rp 3,3 miliar dari Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman dan Direktur CV Iwan Binangkit, Ahmad Ghiast. Uang itu disebut diberikan agar Amin mengupayakan alokasi dana tambahan bagi Kabupaten Lampung Tengah dan Sumedang pada APBN 2018.

Selain hukuman pidana penjara, Amin juga dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama 3 tahun. Dia juga dibebankan untuk membayar uang pengganti Rp 1,6 miliar.

Febri menambahkan, tak hanya Amin yang dieksekusi, KPK juga mengeksekusi 3 orang lainnya pada hari ini. Mereka ialah Eks Pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, perantara suap ke Amin Santono, Eka Kamaludin, dan satu orang dalam kasus berbeda yaitu penyuap bupati Cirebon, Gatot Rachmanto.

Yaya dan Eka merupakan terpidana yang kasusnya masih berkaitan dengan Amin Santono. Yaya dieksekusi ke Lapas Sukamiskin setelah dirinya dinyatakan bersalah dan divonis 6,5 tahun penjara beserta denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan.

Yaya dinyatakan bersalah karena bekerjasama dengan Amin Santono agar Lampung Tengah mendapat tambahan DAK (Dana Alokasi Khusus) dan DID (Dana Insentif Daerah) di APBN 2018.
Kemudian, Eka Kamaludin juga dieksekusi ke Lapas Sukamiskin. Dia divonis 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp 158 juta karena terbukti menerima uang suap atau sebagai perantara suap untuk Amin Santono.

“Yaya dan Eka di Eksekusi ke Lapas Sukamiskin,” tuturnya.

Sementara itu, Gatot Rachmanto dieksekusi ke Rutan Klas I Bandung. Gatot yang pernah menjabat sebagai Sekdis PUPR Cirebon ini terbukti memberi suap Rp 100 juta ke Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra. Atas perbuatannya itu, Gatot divonis 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang