KPK Borgol para Tahanannya, Yasonna: Saya Tak Mau Campuri Dapur Orang

JawaPos.com – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly enggan memberikan komentar terkait pemborgolan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersangka Eni Saragih dan Taufik Kurniawan termasuk pesakitan yang merasakan dampak dari kebijakan baru lembaga antirasuah yang berlaku semenjak awal tahun ini.

“Soal borgol itu urusan KPK. Saya tak mau campuri dapur orang,” ujarnya pada awak media, di Kemenkumham, Jakarta, Kamis (3/1).

Sementara, KPK secara resmi sudah menerapkan penggunaan borgol bagi tahanan dalam proses pemindahan dari rutan untuk keperluan pemeriksaan maupun proses persidangan.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menyebut penerapan borgol sesuai peraturan KPK 1/2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK. Dalam aturan tersebut tertulis dalam Pasal 12 ayat (2) yang mengatur bahwa dalam hal tahanan dibawa ke luar Rutan, dilakukan pemborgolan.

“Itu peraturan lama yang belum dijalankan. Pasal tersebut menjelaskan tahanan harus di borgol, selain itu standard pengawalan tahanan mengacu kepada Keputusan Kabarhakam Polri, tahanan harus diborgol,” jelasnya.

“Kami sudah menerapkan di Jakarta sebanyak tujuh orang, di Surabaya 18 orang, di Medan satu orang, di Ambon satu orang, di Bandung tujuh orang, dan keluar rutan untuk berobat empat orang,” pungkas Febri.

Editor      : Dimas Ryandi
Reporter : (ipp/JPC)