KPK: Aparat Negara Tak Boleh Kalah dengan Teror

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi langkah cepat dari Polri untuk mengusut kasus penganiayaan terhadap penyelidiknya. Musabanya, dua pegawainya ini diduga dianiaya ketika sedang bertugas ‘mengintai’ rapat Pemprov dan DPRD Papua di Hotel Borobudur, Jakarta.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, langkah Polri ini menunjukkan bahwa negara tidak boleh diam terhadap upaya teror yang menimpa aparat negara.

“Kami apresiasi tindakan cepat dari Polri untuk menelusuri peristiwa tersebut. Tindakan cepat ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa alat negara tidak boleh kalah terhadap upaya teror atau serangan yang dilakukan pada petugas yang menjalankan amanat undang-undang untuk menegakkan hukum,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, pada awak media, Selasa (5/2). 

Mantan aktivis ICW ini menuturkan KPK mendapat informasi dari Polri soal penyelidikan yang dimulai sejak 4 Februari 2019. Adapun, kata dia penyelidikan terkait perkara pengeroyokan terhadap petugas yang sedang bertugas sebagaimana diatur ancaman pidananya pada Pasal 170 dan/atau Pasal 211 dan/atau Pasal 212 KUHP. 

“KPK memastikan akan memberikan dukungan penuh, termasuk pendampingan hukum terhadap pegawai KPK yang diserang saat menjalankan tugasnya. Karena yang bersangkutan melakukan beberapa kegiatan berdasarkan penugasan resmi KPK,” tegas Febri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya kejadian di Hotel Borobudur, Jakarta pada Minggu dini hari (3/2. Penyelidik KPK, diduga memotret rapat di lantai 19 tanpa izin. 

“Kemudian, setelah kegiatan berlangsung dan selesai, kemudian dari Pemprov itu turun ke lobi. Di lobi ternyata masih ada orang yang memotret. Motret-motret kan nggak izin, akhirnya terus yang motret tadi didatangi, kemudian ditanya dan cekcok,” ujar Kombes Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (4/2).

Sebelumnya, ada dua pegawai KPK yang diduga mengalami penganiayaan saat melaksanakan tugas di Hotel Borobudur, Jakarta pada Minggu (3/2) dini hari. Peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

“Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh,” tukas juru bicara KPK Febri Diansyah.

“Sebelum dua pegawai dianiaya, di lokasi tersebut dilakukan rapat pembahasan hasil review Kemendagri terhadap RAPBD Papua tahun anggaran 2019 antara pihak Pemerintah Provinsi dan DPRD,” pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang