Kode 3 dan Aliran Rp 1 Miliar Suap Meikarta, Sekda Iwa Membantah

JawaPos.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa kembali dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus perizinan Meikarta di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/2). Dengan agenda sidang konfrontir ini terungkap soal aliran dana Rp 1 miliar hingga kode angka 3 yang diartikan uang senilai Rp 3 miliar.

Dalam sidang konfrontir itu dihadirkan enam saksi yang sebelumnya sudah diperiksa dan menjadi saksi. Diantaranya Iwa Karniwa, Waras Wasisto, Sulaiman, Neneng Rahmi, Polmen T, dan Henry Lincoln.

Saksi pertama Neneng Rahmi selaku Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi mengatakan setelah pertemuan di KM 72 Tol Cipularang, Iwa meminta uang Rp 1 miliar.

“Dari pertemuan tersebut tidak mendengar apa-apa, tapi Henry Lincoln mengatakan bahwa Sekda meminta disiapkan Rp 1 miliar, dan Henry bilang minta saja ke Lippo. Itu awal permintaan sehingga apa yang diperintahkan maka saya penuhi, dan penyampaian sebanyak 2 kali,” kata Neneng di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/2).

Neneng kemudian meminta uang kepada pihak Lippo sesuai arahan Henry Lincoln. Dengan proses pemberian sebanyak dua kali yakni Rp 400 juta dan Rp 500 juta sehingga totalnya 900 juta. Dengan teknis dua kali sampaikan kepasa Henry. Dititipkan ke Henry Lincoln lalu pada Polmen dan Sulaiman.

“Pemberian kedua kalinya saya sampaikan ini Rp 500 juta. Akhirnya jangan dipenuhi semua nanti digampangin Provinsi, lalu Rp 100 ke Waras saya tidak tahu untuk apa tidak tahu (itu berdasarkan info),” ungkapnya.

Kemudian, Neneng menyinggung soal Rp 3 miliar. Dimana dirinya tidak mengerti karena Henry hanya menyampaikan Rp 1 miliar namun Sulaiman menyampaikan Rp 3 miliar.

“Januari 2018 Pak Sulaiman hubungi saya dan minta angka 3 saya jawab tidak sanggup karena tidak ada hubungannya dengan Meikarta,” ucapnya.

Saksi lainnya yakni Waras Wasisto dan Sulaiman juga membenarkan dirinya menerima uang tersebut dari Henry Lincoln dan Neneng Rahmi melalui staf dan sopirnya. Kemudian digunakan untuk pembuatan Banner Iwa Karniwa yang saat itu tengah mengikuti survei elektabilitas untuk kontestasi Pilgub Jabar 2018.

“Lewat sopir jumlahnya tidak tahu, soal angka 3 saya diperjelas oleh Pak Waras saat itu setelah dari Km 72, bahwa Pak Sekda bicara angka 3,” tutur Sulaiman yang juga dibenarkan oleh Waras Wasisto.

Namun dengan lima saksi yah mengungkapkan bahwa aliaran dana dituju kepada Iwa Karniwa, dia mengelak dan membantah semua pernyataan dari saksi-saksi lainnya. Iwa teguh dalam pendirinya atau konsisten bahwa dia tidak menerima atau meminta uang Rp 1 miliar tersebut.

“Saya tidak pernah menerima itu, Soal banner kami tidak meminta banner dan tidak ngasih contoh (desain), dipasang dimana, nilainya berapa tidak tahu,” ungkap Iwa.

Hakim Ketua menegaskan bahwa semua saksi sudah menyampaikan kesaksiannya dalam konfrontir. Terkait adanya perbedaan atau bantahan itu dikembalikan kepada Jaksa KPK untuk melanjutkan atau tidak. Namun pastinya uang Rp 900 miliar tersebut belum dikembalikan dan belum tahu siapa yang bertanggungjawab mengembalikan.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Siti Aisyah