Kisah Nuryanto yang Diduga Jadi Korban Mutilasi di Malaysia

JawaPos.com – Kasus bos tekstil asal Kabupaten Bandung, Nuryanto yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia belum juga terungkap. Hal ini karena aparat keamanan sedang melakukan tes DNA terhadap potongan jari yang diduga Nuryanto.

Pengacara korban, Hermawan meyebutkan, kliennya berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019 untuk mengambil uang dari rekan kerjanya di Malaysia. Namun hingga saat ini belum juga pulang dan tidak diketahui keberadaan dan kondisinya.

Berdasarkan informasi bahwa korban seharusnya sudah berkumpul dengan keluarga pada 23 Januari lalu. Namun sebelumnya kembali ke Indonesia, keluarga mendapat kabar mengejutkan. Dimana ditemukan Mayat yang diduga Nuryanto yang telah dimutilasi dengan beberapa potongan badan di Selangor, Malaysia, (26/1) lalu.

“Perkembangannya saat ini kita menunggu DNA dan sidik jari saja (untuk identifikasi). Kemungkinan kalau sidik jari bisa secepatnya ada hasil besok atau lusa,” kata Hermawan kepada JawaPos.com, Rabu (13/2).

Sebelum berangkat ke Malaysia, dikatakan dia, Nuryanto sempat mendapat ancaman dari Mr Kim pemilik salah satu perusahaan yang menjadi rekan kerja korban. Lantaran korban tidak bisa membayar hutang sesuai jatuh tempo Rp 400 juta.

“Tanggal 8 Januari, Nuryanto sempat ke kantor saya meminta pertolongan karena belum bisa bayar barang yang di ambil kepada Mr Kim,” jelasnya.

Kemudian mengajukan surat permohonan telat bayar, namun Mister Kim marah dan memanggil Nuryanto pada tanggal 12 Januari. Dalam pertemuam keduanya di kantor Kim. Nuryanto mendapat ancaman dengan gunting.

“Setelah ada ancaman itu, Nuryanto langsung membayar Rp 50 juta dengan M-Banking,” terangnya.

Setelah bertemu Kim, Nuryanto tanggal 17 nya ke Malaysia untuk mengambil uang kepada rekannya yang bisa mengambil barang pada Nuryanto. Dari pengakuan Nuryanto dia kesama mengambil uang sekitar Rp 2 miliar dari rekannya tersebut.

“Namun saya tidak tahu realisasinya berapa,” ucapnya.

Untuk diketahui, salah satu korban pembunuhan mutilasi di daerah Sungai Buloh, Selangor, Malaysia diduga kuat seorang pengusaha tekstil asal Kabupaten Bandung, Nuryanto. Hal itu diketahui melalui sidik jari yang ditemukan di lokasi perkara.

“Kebetulan sidik jari yang diketemukan di TKP baru satu tangan. Diidentifikasi tangan tersebut tangan laki-laki. Jadi sangat besar kemungkinan tangan tersebut milik Saudara Nuryanto,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung PTIK, Jakarta, Selasa (12/2).

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Siti Fatonah