Ketum PA 212 jadi Tersangka Pelanggaran Pemilu, Begini Reaksi Moeldoko

JawaPos.com – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Tengah terkait pelanggaran kampanye. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menilai, penatapan status tersangka Slamet seharusnya menjadi ranah Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu).

“Itu prioritasnya KPU, kalau Bawaslu mengatakan ada pelanggaran ya itu otoritasnya KPU,” kata Moeldoko di Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Lantaran Polda Jawa Tengah telah menetapkan Slamet sebagai tersangka, kata Moeldoko, proses hukum itu harus dihormati. “Ya, itu kita menghormati apa yang telah menjadi keputusan,” katanya.

Sebelumnya, Polda Jawa Tengah menetapkan Slamet Ma’arif sebagai tersangka pelanggaran pemilu. Dia diduga melakukan pelanggaran kampanye karena menggelar tabligh akbar PA 212 di Solo pada 13 Januari 2019.

Rencananya, polisi akan memeriksa Slamet pada Rabu (13/2) di Mapolda Jateng. Atas penetapan statusnya itu, Slamet Ma’arif mempertanyakan proses hukum di Indonesia.

Slamet menyebut dirinya kini khawatir rakyat akan kehilangan kepercayaan kepada penyelenggara pemilu dan penegak hukum. “Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia, ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini,” ucap Slamet kepada wartawan, Senin (11/2).

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Muhammad Ridwan