Kerugian Negara Ditaksir Rp 39,2 Miliar, KPK Panggil Dua Saksi

JawaPos.com – Belum genap 24 jam berselang dari pengumuman penetapan tersangka terhadap dua pihak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mencari bukti-bukti. Hari ini, penyidik langsung memanggil dua saksi.

Pemanggilan saksi ini terkait kasus dugaan korupsi proyek jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang di Kampar, Riau. Kedua saksi tersebut yaitu Manager Proyek PT Wijaya Karya I Ketut Suarbawa dan karyawan swasta Lilik Sugijono.

“Keduanya dipanggil sebagai saksi terkait tersangka AND (Adnan),” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (15/3).

Ini merupakan panggilan perdana terhadap saksi pasca pengumuman penetapan tersangka semalam, Kamis (14/3). “KPK menduga kerja sama antara Adanan dan I Ketut terkait penetapan Harga Perkiraan Sendiri ini terus berIanjut di tahun-tahun berikutnya,” tukas Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Sebelumnya, I Ketut Suarbawa ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama Adnan. Ketut Suarbawa selaku Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya Divisi Operasi I dan Adnan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jembatan tersebut.

Kedua tersangka itu diduga menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dari proyek tahun anggaran 2015-2016 ini. Kasus ini berawal saat Adnan mengadakan pertemuan dengan Ketut di Jakarta pada 2013.

Adnan disebut meminta pembuatan engineer’s estimate pembangunan jembatan Waterfront City tahun 2014 kepada konsultan. I Ketut meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan. Atas perbuatannya itu, Adnan diduga menerima uang sekitar Rp 1 miliar.

Dalam perkara ini, KPK menduga telah terjadi kerugian keuangan negara setidaknya sekitar Rp 39,2 miliar dari nilai proyek pembangunan jembatan waterfront city secara tahun jamak di tahun 2015-2016 dengan total Rp 117,68 miliar. 

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Intan Piliang