Keppres Pencabutan Remisi Susrama Belum Keluar, Moeldoko: Tunggu Saja!

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo menyatakan sudah mencabut remisi terhadap I Nyoman Susrama pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Pencabutan itu dilontarkan Jokowi tepat pada Hari Pers Nasional (HPN) pada Sabtu (9/2).

Namun Jokowi hingga saat ini belum mengganti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan Dari Pidana Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara.

“Ya kita tunggu saja (Keppres yang baru) yang penting presiden sudah menyetujui,” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Moeldoko menuturkan, pertimbangan Jokowi mencabut remisi terhadap Susrama karena mengapresiasi tugas wartawan. Dia menyebut, Jokowi sebagai pemimpin negara menghargai tugas pencari berita.

“Sungguh sangat apresiasi dengan tugas tugas kewartawanan dan presiden sangat memahami itu,” ucapnya.

Kendati demikian, Moeldoko tidak bisa memastikan kapan Jokowi akan mengeluarkan Keppres terbaru untuk mengganti Keppres 29/2018. Sebab dalam Keppres tersebut tidak hanya Susrama sendiri yang mendapat remisi, namun ada 114 orang lain yang juga diberikan remisi. “Ya kita tunggu saja,” jelasnya.

Sementara itu, ketua advokasi Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Jakarta, Erick Tanjung menyatakan masih menunggu Keppres terbaru mengenai dicabutnya remisi terhadap Susrama. AJI tidak percaya jika Jokowi belum mengeluarkan Keppres terbaru.

“Kami belum bisa percaya dengan statement Jokowi yang menyebut telah menandatangani Keppres mencabut remisi Susrama, sebelum keluar Keppres tersebut dalam bentuk fisik, tertulis dalam kertas, ada nomornya yang sah,” ucap Erick.

Erick menegaskan, masyarakat tidak perlu berterima kasih atas pencabutan remisi terhadap Susrama. Sebab itu merupakan kesalahan pemerintah.

“Tidak perlu juga kami berterima kasih kepada presiden yang telah mencabut remisi Susrama tersebut, kalau memang segera keluar Keppresnya secara tertulis. Sebab pemberian remisi terhadap pembunuh jurnalis itu adalah kesalahan pemerintah sendiri, dan sudah tugas mereka untuk memperbaiki,” tandasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan