Kecewa Ratna Dipenjara, Fadli Zon: Ya Allah, Pak Jokowi Keterlaluan

JawaPos.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah membenarkan, dirinya berkenan menjadi penjamin, sehingga Ratna Sarumpaet bisa dijadikan tahanan kota. Adapun Ratna kini mendekam di penjara lantaran kasus penyebaran berita bohong alias hoax.

Fahri menjelaskan, kesediaannya menjadi penjamin Ratna setelah mendapatkan sepucuk surat berisikan curahan hati ibu dari Atiqah Hasiholan itu. Membaca surat itu, Fahri mengaku hatinya langsung terenyuh.

“Dia berumur 70 tahun, kebetulan saya mendapat surat. Kasihan sekali itu keadaannya. Karena saya tahu, dalam usia seperti itu, dia melakukan kesalahan dan diakui,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3).

Menurut Fahri, Ratna sudah terlalu tua untuk dipenjara. Apalagi, kata dia, pasal yang dipakai untuk menjerat Ratna sudah lama tidak digunakan oleh penegak hukum, yakni Pasal 14 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“73 tahun yang lalu itu undang-undang, kita udah nggak pernah tahu ada itu undang-undang, dan juga nggak pernah dipakai selama ini. Karena kalau pake UU ITE, Bu Ratna nggak bisa ditahan karena tuntutan 4 tahun lebih. Jadi, orang nggak bisa ditahan, dipakailah pasal zaman purba,” tutur dia.

Atas dasar itu, pihaknya meminta kepada pihak terkait agar mengabulkan Ratna sebagai tahanan kota. Dia berpendapat, negara telah salah menyikapi orang tua seperti Ratna.

“Tolonglah ini bangsa ini peradabannya jangan jatuh bangun gini dong. Ya Allah, Pak Jokowi keterlaluan, masa peradaban kita sekarang udah jatuh banget nih. Masa sikapnya kepada orang tua kayak Bu Ratna aja nggak bener gitu,” pungkasnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Igman Ibrahim