Kasus Suap Bowo, KPK Panggil Wanita yang Diamankan di Apartemen Saat OTT

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil seorang wanita bernama Siesa Darubinta. Pemanggilan ini terkait kasus dugaan suap yang membelit anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bowo Sidik Pangarso.

“Kali ini dipanggil sebagai saksi untuk ASW (Asty Winasti) penyuap Bowo,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (12/4).

Dia pun berharap agar saksi bisa menghadiri panggilan KPK dan memberikan keterangan secara kooperatif. “Bisa memberikan keterangan yang diperlukan oleh tim KPK,” imbuh Febri.

Adapun, pemanggilan terhadap Siesa merupakan panggilan pertama sebagai saksi di kasus ini. Profesi Siesa sendiri disebut sebagai wiraswasta.

Untuk diketahui, Siesa ialah seorang wanita yang sempat diamankan oleh KPK di sebuah apartemen saat operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Rabu (27/3).

Saat itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaidtan menyatakan, Bowo sempat kabur ketika timnya tengah mengurus prosedur masuk ke dalam kawasan apartemen untuk menciduk politikus Golkar tersebut. Namun, saat waktu menunggu itu, ternyata Bowo memanfaatkan untuk keluar dari apartemen.

“Banyak makan waktu (urus prosedur). Nah ‎waktu itu dimanfaatkan yang bersangkutan untuk keluar (kabur) dari apartemen,” imbuh Basaria.

Alhasil, KPK hanya mengamankan dua orang yaitu sopir Bowo dan seorang wanita bernama Siesa Darubinta dari apartemen tersebut.

Kendati demikian, Basaria tak merinci Siesa diamankan di kawasan apartemen atau dari kamar yang ditempati Bowo. Keduanya pun (Sopir dan Siesa) langsung dibawa ke Gedung KPK, Jakarta, untuk pemeriksaan lebih lanjut pada Rabu malam (27/3). Belum diketahui hubungan antara Seisa dan Bowo dalam kasus ini.

Sekadar informasi, pada OTT ini, Bowo berhasil ditangkap di kediamannya pada dini hari Kamis (28/3). Dia ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap dari Marketing Manager PT Humpuss Kimia Transportasi (HTK) Asty Winasti.

Anggota Komisi VI DPR ini diduga menerima suap dari Asty lewat seseorang bernama Indung dengan jumlah sekitar Rp 1,5 miliar dalam 6 kali pemberian dan Rp 89,4 juta yang disita saat OTT terhadap Bowo.

Suap itu diduga diberikan agar Bowo membantu proses perjanjian penggunaan kapal PT HTK oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Selain duit dari Asty, Bowo diduga menerima gratifikasi Rp 6,5 miliar. Asty dan Indung juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian, uang Rp 1,5 miliar dan Rp 6,5 miliar alias senilai Rp 8 miliar itu kemudian disita KPK dalam 400 ribu amplop. KPK menduga amplop-amplop itu bakal digunakan untuk serangan fajar demi kepentingan pemilu legislatif yang diikuti Bowo. Bowo merupakan caleg DPR dapil Jateng II nomor urut 2 dari Partai Golkar.