Kasus Rommy, KPK Panggil Eks Sekjen Kemenag

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan perkara yang melilit mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy). Kali ini, KPK memanggil mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Nur Syam.

Nur Syam yang tercantum dalam jadwal pemeriksaan KPK saat ini menjabat sebagai Guru Besar Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel. Ia akan diperiksa sebagai saksi untuk Rommy.

“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romahurmuziy),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Selasa (2/4).

Febri menyebut, tim KPK juga memanggil 3 saksi lainnya untuk Rommy. Mereka ialah anggota Pansel Jabatan Tinggi Kemenag yaitu Farah Yuliana, Septian Saputra, dan Fiestyo Imanta Santoso.

“Nanti akan ditanyai perihal proses seleksi pejabat tinggi di Kemenag,” tukasnya.

Dia pun berharap agar para saksi bisa menghadiri panggilan KPK dan memberikan keterangan secara kooperatif. “Bisa memberikan keterangan yang diperlukan oleh tim KPK,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini, selain Rommy KPK juga menetapkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin sebagai tersangka.

Rommy diduga telah menerima uang Rp 300 juta dari Haris dan Muafaq. Uang suap itu maksudnya agar Rommy dapat mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di kemenag.

Atas perbuatannya Rommy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.